Jokowi: Tahun Depan Lebih Kenceng

Bicara Pilpres Didepan Relawan

Nusantara  SELASA, 05 SEPTEMBER 2017 , 12:26:00 WIB

Jokowi: Tahun Depan Lebih Kenceng
RMOLL. Presiden Jokowi menyadari, jelang Pilpres 2019 tensi politik akan semakin panas. Karena itu Presiden minta para relawannya berhati-hati saat berkampanye di medsos. Soalnya, fitnah dan berita hoax akan semakin kencang.

Imbauannya ini diutarakan saat menghadiri Rakernas III Pro Jokowi (Projo), organisasi relawan Jokowi di Britama Arena Sport Mall, Kelapa Gading, Jakarta Utara, kemarin. Jokowi yang mengenakan batik tiba di lokasi jelang pukul 7 malam, disambut tarian adat Pakpak Diary dari Sumatera Utara. Tampak Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki dan para pengurus Projo mendampingi Jokowi memasuki ruangan acara.

Di aula tersebut hadir ribuan relawan dari Sabang sampai Merauke. Mereka yang hadir langsung bersorak ketika Jokowi tiba di lokasi. Nama Jokowi dielu-elukan. Berebutan untuk bersalaman atau mengajak foto bareng. "Hidup Pak Jokowi, Pak Jokowi," pekik para relawan, mengiring langkah Jokowi.

Jokowi pun menyambut yel-yel tersebut dengan menyalami para relawan yang duduk di barisan depan. Dalam sambutannya, Jokowi menyampaikan banyak hal. Mulai dari prestasi pemerintah hingga menyinggung Pilpres 2019.

Jokowi mengaku senang karena bisa bertemu relawan Projo yang hadir dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. Menurut dia, relawan Projo adalah yang paling menonjol ketika ia berkunjung ke daerah-daerah. "Militan itu penting, bukan jumlahnya tapi militansinya. Yang perlu itu militan, enggak lari, tapi berani berhadapan dengan siapapun," kata Jokowi, yang disambut tepuk tangan hadirin.

Soal Pilpres, Jokowi bercerita September tahun depan akan dimulai Pilpres, yaitu dengan penetapan capres dan cawapres. Tentu saja, di tahun politik tersebut tensi politik akan makin tinggi. "Kalau sudah masuk tahun politik, ramainya makin kencang. Sahut menyahutnya makin kencang," ujarnya.

Meski begitu, Jokowi menegaskan kabinetnya harus tetap fokus bekerja untuk rakyat. Jangan sampai kerja yang dilakukan diikuti dengan program kampanye. "Saya urusi kerja saja yang benar. Karena masih banyak hal-hal yang belum terselesaikan, salah satunya pembangunan infrastruktur," kata Jokowi.

Namun, Jokowi mengingatkan para relawan agar tak kampanye menggunakan cara-cara kelompok Saracen, yang menyebarkan hoaks, ujaran kebencian serta isu suku, agama, ras dan antar-golongan. "Jangan ikut-ikutan Saracen. Kalau main media sosial yang santun, sopan," kata Jokowi.

"Jangan sampai ada yang coba-coba memecah belah, mengadu domba. Yang Saracen-Saracenan itu harus dilawan kayak begitu, itu memecah belah sangat berbahaya bagi kita," kata Jokowi.

Jokowi mengaku sudah menginstruksikan Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk mengusut tuntas jaringan Saracen, termasuk pemesan jasanya. "Sekarang kalau enggak tegas, diremehkan kita nanti. Bener enggak? Ya termasuk ormas-ormas. Kalau jelas anti-Pancasila dan tidak cinta NKRI," kata dia.

Dalam kesempatan itu, Jokowi juga menyampaikan sejumlah keberhasilan pemerintah. Misalnya pemerintah berhasil mencapai kesepakatan divestasi saham sebesar 51 persen PT Freeport Indonesia. Dia mengakui perundingan dengan manajemen PT Freeport berlangsung alot. Bahkan, kata Jokowi, negosiasi telah dilakukan selama 2,5 tahun lalu.

Sementara, Ketua Umum Projo Budi Arie mengatakan Projo dalah rumah besar pendukung militan Jokowi. Dalam rakernas ini, para relawan ingin memastikan kemenangan Jokowi di Pemilu Presiden 2019 mendatang. Para relawan ingin Jokowi melanjutkan kepemimpinannya hingga dua periode.

Keinginan untuk memberikan dukungan ini karena pemerintahan Jokowi dinilai telah melakukan banyak perubahan. Budi sangat berharap masyarakat bisa kembali memilih dan memenangkan Jokowi dalam Pilpres 2019. Projo ingin memastikan kepemimpinan dan pemerintahan Jokowi adalah pemerintahan yang berhasil hingga 2024.

Ketua Rakernas III Projo, Handoko mengatakan, peserta Rakernas ini adalah relawan Jokowi yang datang dari Sabang hingga Merauke. "Ada lebih dari 2000 utusan dari 34 Provinsi dan 501 Kabupaten Kota di seluruh Indonesia akan hadir," kata Handoko. Dia bilang, panitia hanya menyediakan akomodasi selama di Jakarta. Pembiayaan acara dilakunkan secara gotong royong. ***

Komentar Pembaca
Peran Indonesia Ke Rohingya Masih Minim

Peran Indonesia Ke Rohingya Masih Minim

SELASA, 05 SEPTEMBER 2017 , 13:00:00

KPK Bisa Dibubarkan

KPK Bisa Dibubarkan

SENIN, 10 JULI 2017 , 21:00:00

Rekor! TNI AD 10 Kali Juara di ASAAM

Rekor! TNI AD 10 Kali Juara di ASAAM

SABTU, 08 JULI 2017 , 17:00:00

KAMIS, 31 AGUSTUS 2017 , 19:56:00