Puisi Isbedy Mengharumkan Lampung di Tingkat Nasional

Budaya  MINGGU, 10 SEPTEMBER 2017 , 10:50:00 WIB | LAPORAN:

Puisi Isbedy Mengharumkan Lampung di Tingkat Nasional

Isbedy

RMOL. Lampung patut bangga. Selain lada dan kopi robustanya, provinsi ini punya Isbedy Stiawan ZS. Lewat karya sastranya, Lampung mewangi ke seantero Nusantara. Paus Sastra Lampung ini kembali juara pertama lomba cipta puisi tingkat nasional.


Sastrawan berjuluk Paus Sastra Lampung yang lahir di Enggal, Kota Bandarlampung, tahun lalu, juara pertama Lomba Cipta Puisi Cimanuk. Kini, punggawa Lamban Sastra ini juara Lomba Menulis Puisi untuk Indonesia yang ditaja DPP Partai Demokrat (PD).


Dengan judul Berlayar Pada Laut Dangkal”, sastrawan berambut panjang pirang ini juara pertama dan berhak memeroleh uang sebesar Rp7 juta.


Ketua DPD Demokrat Provinsi Kepulauan Riau Apri Sujadi, S.Sos menjelaskan bahwa lomba tersebut sastrawan diberi tema "Untuk Indonesia" dipecah jadi lima subtema, yakni Wajah Indonesia Hari Ini, Merawat Indonesia, Merayakan Keragaman, Membangun Jiwa Nasionalis Religion, dan Peduli dan Beri Solusi adalah Kita.

Menurut Apri Sujadi, penilaian dilakukan Sabtu (9/9/2017). Perlombaannya sendiri berlangsung sejak akhir Juli hingga tanggal 8 September 2017.

Selain juara pertama, panitia menetapkan juara 2, 3, 4, dan 5, yakni Budi Saputra dari Batam, Kepulauan Ria dengan judul puisi "Di Negeri Berpagar Air Mata”,
Syafri Arifuddin dari Sulawesi Barat dengan judul  "Mimpi Bukan di Siang Bolong Mamuju”.

Juara lainnya, Andrayani dari Temanggung, Jawa Tengah, dengan judul "Seperti Adam yang Lahir di Negeri Ini”, Roso Titi Sarkoro dengan judul Keteguhan Perahu: Untuk Indonesia” dari Temanggung, Jawa Tengah).

Mereka berhak mendapatkan uang sebesar Rp5 juta, Rp3 juta, Rp1.500 ribu, Rp1 juta.

Panitia dan dewan juri juga memilih 15 puisi favorit nonperingkat dengan masing-masing Rp500 ribu sebagai berikut: Ahmad Zubaidi (Sajak Agustus” " Sumenep), Damiri Mahmud (Don’t Cry For Indonesia” " Medan)?

Daviatul Umam (Berpeluk Kemelut” " Sumenep), Faidi Rizal  (Di Sebuah Pigura Tua” " Bandungan), Ferdian Dwi Prastiyo (Di Bawah Naungan Sang Fajar” " Surabaya), Ihsan Subhan (:Kacapi Sakti Negeri” " Cianjur), Irvan Solihin (:Haqiqi Bocah” " Kota Pare), Jefri Al Malay (Nandung yang Kukirim Pergi untuk Negeri” " Pekanbaru), Khoer Jurzani (Empat Stasiun Kecil yang Saya Lalui dalam Perjalanan Menemui Ibu Pertiwi” " Sukabumi), Marhalim Zaini (Solilokui Para Penunggu Hutan” " Pekanbaru), Marisca Irgi (Laochong Puisi Pertamaku” " Malang), MD. Khalid Angkowijaya (Bangsa Air Mata” " Yogyakarta), Muhammad Husein Haikal (Merayakan Indonesia” " Medan), Nevatuhella (Bahtera Kebangsaan” "  Tanjungbalai), Robi Akbar (Anakku Melukis Indonesia” " Bandar Lampung). [HER]

Komentar Pembaca
Adhie Massardi - Unegh Unegh (Bag.1)

Adhie Massardi - Unegh Unegh (Bag.1)

SELASA, 19 JUNI 2018 , 11:00:00

Indonesia Bukan Antek Beijing dan AS!

Indonesia Bukan Antek Beijing dan AS!

SENIN, 18 JUNI 2018 , 09:00:00

Said Aqil: Staquf Ke Israel Bukan Agenda NU!

Said Aqil: Staquf Ke Israel Bukan Agenda NU!

KAMIS, 14 JUNI 2018 , 12:00:00

Sejumlah Tokoh Nasional Hadiri Hari Jadi <i>RMOL Bengkulu</i>
Dua Korea dalam Satu Meja

Dua Korea dalam Satu Meja

JUM'AT, 27 APRIL 2018 , 14:49:00

UBK dan Iran Jalin Kerjasama

UBK dan Iran Jalin Kerjasama

RABU, 25 APRIL 2018 , 15:57:00