Gamal Pasya

Dedikasi Penggiat Lingkungan Hingga Nafas Terakhir

Hermansyah(*)

Tokoh  RABU, 13 SEPTEMBER 2017 , 06:29:00 WIB

Dedikasi Penggiat Lingkungan Hingga Nafas Terakhir
DOKTOR Gamal Pasya, penggiat lingkungan hidup Lampung. Raganya sudah kembali ke Sang Pencipta. Namun, karya ilmiahnya terhadap upaya penanganan konflik lingkungan hidup, menjadi amal jariahnya.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya beserta para aktivis lingkungan membalas perjuangan Gamal Pasya dengan menerbitkan buku karyanya di Kantor Kementrian LHK, pekan lalu (6/9/2017.

Di saat sakit, Atep, panggilan Gamal Pasya, masih berjuang menyelesaikan karya tulis yang diberi judul "Penanganan Konflik Lingkungan" tersebut hingga Sang Khalik memanggilnya pada tanggal15 Februari 2013.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya yang langsung menyisihkan waktu untuk meluncurkan Buku "Penanganan Konflik Lingkungan" karya Gamal Pasya yang diterbitkan Gramedia.

Atep, bagi para aktivis lingkungan, sosok yang dikenal gigih memperjuangan konservasi dan lingkungan hidup. Alumni Faperta Unila Angkatan '83 aktif di LSM Watala dan peneliti Bappeda Lampung.

Suami Dewi ini juga pegiat di ICRAF (International Centre for Research on Agroforestry). Saat Atep menulis karyanya, Pemerintah belum memiliki regulasi mengatasi konflik lahan antara masyarakat dengan kawasan hutan.

Untuk studi kasus Bukit Rigis, Atep merekomendasi agar masyarakat sekitar bukit diberi ijin mengelola kawasan hutan Bukit Rigis. Rekomendasi tak lazim saat paradigma masyarakat dan pemerintah "haram" menyentuh hutan saat itu.


Setelah sekian tahun meninggal, apa yang digagas Atep baru ada regulasinya melalui skema Perhutanan Sosial Permen-LHK No. 83. Ketua Watala Edi Karizal mengaku bangga mempunyai senior seperti Bang Atep.

"Beliau menulis di sela-sela melawan sakitnya. Jika terasa lebih baik setelah check up, almarhum mengkonsultasikannya ke salah satu pembimbingnya yang kini jadi menteri-LHK, Bu Siti Nurbaya," kata Edi Karizal.

Buku karyanya sudah bisa didapatkan di Toko Gramedia. Atau, jika ingin pesan buku seharga Rp67.500 tersebut bisa menghubungi 081586265600 atay email : buku25persen@gmail.com.

(*) Devisi Literasi Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat, Pimred RMOLLampung.com, pengurus PWI Lampung.

DESCRIPTION:

Konflik lingkungan pengelolaan hutan adalah hubungan antara dua pihak atau lebih yang memiliki dan/atau yang merasa memiliki sasaran-sasaran yang tidak sejalan dalam pengelolaan hutan yang disebabkan banyak faktor.

Konflik lingkungan hutan lindung disebabkan oleh masalah kelangkaan, eksternalitas negatif, ketidakseimbangan struktural, dan sudut pandang yang berbeda akan nilai hutan.

Dalam banyak kasus, tata kelola hutan menciptakan kebijakan yang tumpang tindih yang menghasilkan eskalasi konfl ik. Hal ini terjadi di Kawasan Hutan Lindung Register 45B Bukit Rigis di Lampung.

Buku Berisi :
1. Telaah kebijakan-kebijakan kehutanan, pengelolaan lingkungan hidup, agraria, tata ruang, dan otonomi daerah dalam penanganan konflik lingkungan pengelolaan kawasan hutan.
2. Meneliti faktor-faktor yang memengaruhi konflik dalam pengelolaan kawasan lindung berkaitan dengan fungsi lingkungan hutan.
3. Mengkaji gaya pengelolaan konfl ik yang diperagakan oleh masing-masing pihak yang terlibat dalam konfl ik dan polarisasi konfl ik yang terjadi.
4. Mengembangkan model penanganan konflik lingkungan secara kognitif didasarkan pengalaman yang diperoleh para pihak yang bersengketa.

Publisher    Gramedia Pustaka Utama
ISBN    9786020351407
Estimated Weight    0.60 kg
Country of Manufacture    Indonesia
Publish Date    Aug 7, 2017
Width    15
Length    23
Thickness    1
Pages    296
Language    INDONESIA
Cover Type    SOFT COVER


Komentar Pembaca
Peran Indonesia Ke Rohingya Masih Minim

Peran Indonesia Ke Rohingya Masih Minim

SELASA, 05 SEPTEMBER 2017 , 13:00:00

KPK Bisa Dibubarkan

KPK Bisa Dibubarkan

SENIN, 10 JULI 2017 , 21:00:00

Rekor! TNI AD 10 Kali Juara di ASAAM

Rekor! TNI AD 10 Kali Juara di ASAAM

SABTU, 08 JULI 2017 , 17:00:00

KAMIS, 31 AGUSTUS 2017 , 19:56:00