Bambang Sunarto, Sang Legenda Jaka Utama Tutup Usia

Oleh Eddie D. ismaya (*)

Sport  RABU, 13 SEPTEMBER 2017 , 19:51:00 WIB | LAPORAN: HERMANSYAH

Bambang Sunarto, Sang Legenda Jaka Utama Tutup Usia
RMOL. Dunia sepakbola Indonesia berduka. Bambang Sunarto, legenda pemain sepakbola Jaka Utama Lampung tahun 1978-an yang pernah berlaga melawan Maradona dimakankan di TPU Centex, Ciracas, Jakarta Timur, Selasa sore (13/9/2017).

Mantan pemain PSSI Junior dan PSSI Binatama 1979 meninggalkan dua anak, sedangkan istrinya (Julailis Jamsari) telah lebih dulu meninggal dunia pada 8 November 2013, sepulang dari menunaikan ibadah haji.

Bambang Sunarto yang meninggal setelah bergelut dengan stroke dua tahun terakhir ini merupakan anak tertua dari tujuh bersaudara pasangan Sunaryo dan Hertha Sari yang berdarah Indonesia-Jerman (keduanya sudah tiada).

Mantan pemain klub Galatama Jaka Utama, Yanita Utama dan KTB ini memulai kariernya di pentas olahraga sebagai petinju amatir kelas Bantam di Sasana Garuda Jaya, Jakarta, sebelum beralih ke sepakbola.

Pada tahun 1975, ia pernah meraih Juara Tinju Nasional Kelas Bantam. Kala itu, ia dilatih oleh Frans Solihin, pamannya sendiri. Frans termasuk salah satu pendiri Persatuan Tinju Amatir Nasional (Pertina).

Bambang Sunarto merupakan salah satu pemain Indonesia yang pernah merasakan langsung hebatnya permainan Maradona di ajang Piala Dunia Junior Tokyo, Jepang tahun 1979.

Saat itu, Indonesia satu grup dengan Polandia, Yugoslavia, dan Argentina. Bambang Sunarto termasuk dalam skuad PSSI Binatama (1979/80) bersama Berti Tutuarima, Nasir Salassa, (alm) GH. Sutejo, Mundari Karya, Subangkit Sbk, Bambang Nurdiansyah, dll.

Pemain berpostur agak gempal dan sering beroperasi di bek kiri dan wing kiri ini juga merupakan legenda klub Jaka Utama Lampung bersama Mundari Karya, Bujang Nasril, dan M. John.

Sebelum hijrah ke Jaka Utama (1978), Bambang Sunarto merupakan pemain Caprina (klub milik ibu Herlina Kasim, 'Si Pending Emas'). Teman akrabnya di Caprina adalah Jayadi Said, Mundari Karya, Ristomoyo Suwondo, Mahdi Haris, Syafrudin Fabanyo dan Hendri.

Beberapa legenda Timnas era 70-90 dan mantan pemain Galatama nampak hadir di acara pemakaman almarhum. Mereka adalah 'papi' Yudo Hadianto, Wahyu Hidayat, Berti Tutuarima, Herry Kiswanto, Nasir Salassa, Mundari Karya, Jayadi Said dan Hendri.

Selamat jalan Bambang Sunarto. Semoga Allah SWT mengampuni dosa-dosa dan menerima amal sholehmu. Aamiin.

(*)Penggiat sepakbola, mantan pemain sepakbola Faperta Unila, tinggal di Jakarta. Tulisan ini hasil reportasenya dengan Habibul (adik kandung) dan Jayadi Said (rekan) ketika mengantarkan pemakaman sang legenda.


Komentar Pembaca
Peran Indonesia Ke Rohingya Masih Minim

Peran Indonesia Ke Rohingya Masih Minim

SELASA, 05 SEPTEMBER 2017 , 13:00:00

KPK Bisa Dibubarkan

KPK Bisa Dibubarkan

SENIN, 10 JULI 2017 , 21:00:00

Rekor! TNI AD 10 Kali Juara di ASAAM

Rekor! TNI AD 10 Kali Juara di ASAAM

SABTU, 08 JULI 2017 , 17:00:00

KAMIS, 31 AGUSTUS 2017 , 19:56:00