FMTL Apresiasi RSUAM dan Pemprov Atas Insiden Jenazah Bayi Dibawa Pakai Angkot

Kesehatan  JUM'AT, 22 SEPTEMBER 2017 , 19:52:00 WIB | LAPORAN: DENDI IBRAHIM

FMTL Apresiasi RSUAM dan Pemprov Atas Insiden Jenazah Bayi Dibawa Pakai Angkot
RMOL. FMTL mengapresiasi langkah cepat RSUDAM dan Pemprov Lampung atas insiden jenazah bayi dibawa pulang keluarga naik angkot. Namun, adanya permintaan sopir ambulan Rp2 juta, harus diusut tuntas.

Gara-gara adanya oknum aji mumpung, wajah rumah sakit yang sedang dibenahi Pemprov Lampung, fasilitas dan pelayanan, jadi rusak. Ini masalah kemanusian, jangan ada oknum yang "ngolah", kata Hary Kohar.

Pihak RSU Abdul Moeloek langsung menonaktifkan sopir ambulan dan memindahkah seorang perawat. Pemprov Lampung juga langsung mengutus tim sebagai bentuk kepedulian dan menyerahkan santunan ke keluarga bayi.

"Kami mengapresiasi respon cepat dari pihak rumah sakit dan Gubernur Ridho Ficardo terhadap insiden dibawanya bayi pakai angkot," kata Koordinator Forum Masyarakat Transparasi Lampung Hary Kohar.

Hanya saja, dia meminta pihak rumah sakit transparan terhadap mekanisme penggunaan fasilitas ambulan bagi pasien. "Tulis yang besar-besar agar masyarakat paham atas haknya terhadap fasilitas tersebut," katanya.

Termasuk, kata Hary, alternatif ambulan lain yang tersedia di masyarakat. Hary Kohar mengharapkan hal ini jadi pelajaran bagi pihak rumah sakit untuk mengevaluasi lagi manajemen dan personelnya.

"Jangan bermain-main dalam wilayah kemanusiaan. Gara-gara nila setitik, rusak susu sebelanga, gara-gara oknum ambulan, rusak wajah rumah sakit yang sedang diperjuangkan Pemprov Lampung jadi rumah sakit terbaik di Lampung," katanya.

Humas Pemprov Lampung merelis pertemuan tim dari Pemprov Lampung dengan keluarga bayi yang meninggal. Keluarga mengikhlaskan meninggalnya bayi Ny. Delvasari. Keluarga juga menilai fasilitas dan pelayanan RSUDAM baik.

"Putri saya dilayani dan dirawat sampai operasi. Hanya permasalahan BPJS-nya nama lain. Keluarga ikhlas, segitu umurnya mau diapakan," kata Delvasari di kediamanannya Gedung Nyapah, Kecamatan Abung Timur, Lampung Utara, Kamis (21/9/2017).
 
Pihak keluarga juga berterima kasih atas kepedulian Gubernur M. Ridho Ficardo yang mengutus tim ke rumah duka dan menyampaikan santunan. "Saya yang terkena musibah mengucapkan banyak terima kasih sama Bapak Gubernur," kata Delvasari.

Semoga perhatian Gubernur ini dapat kami manfaatkan dengan sebaik-baiknya," kata Delvasari.

Direktur Diklat dan SDM RSUDAM, Arief Effendi, menyampaikan duka mendalam Gubernur Lampung Ridho Ficardo ke keluarga. "Siapa pun pasien baik itu BPJS atau umum tindakan pelayanannya sama. Kami tidak membeda-bedakan," katanya.

Ditambahkannya,"RSUDAM adalah tipe B kami memang benteng terakhir sebagaimana perintah Bapak Gubernur, pasien berhenti (sembuh) di RSUDAM sebagai rumah sakit rujukan tertinggi di Lampung.

Ibnu Nasir, kepala Desa Gunung Nyapah mewakili masyarakat mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Lampung. "Salam dari masyarakat untuk Pak Gubernur semoga pelayanan kesehatan masyarakat semakin ditingkatkan," kata Ibnu Nasir.

Terkait pemberitaan yang menyebutkan ada permintaan dana Rp2 juta, Direktur Umum RSUDAM Ali Subaidi, mengatakan tengah menyelusurinya karena sang sopir, John Sinaga, tak masuk sejak insiden tersebut.

RSUDAM juga memberikan sanksi berupa pemindahan ke bagian lain ke perawat Dwi Hartono. Menurut Ali, dia seharusnya cek and ricek atas jenazah, namun tidak dilakukan. "Perawat harusnya memastikan jenazah naik ambulan,"  ujar Ali Subaidi. [dendy]


Komentar Pembaca
Peran Indonesia Ke Rohingya Masih Minim

Peran Indonesia Ke Rohingya Masih Minim

SELASA, 05 SEPTEMBER 2017 , 13:00:00

KPK Bisa Dibubarkan

KPK Bisa Dibubarkan

SENIN, 10 JULI 2017 , 21:00:00

Rekor! TNI AD 10 Kali Juara di ASAAM

Rekor! TNI AD 10 Kali Juara di ASAAM

SABTU, 08 JULI 2017 , 17:00:00

KAMIS, 31 AGUSTUS 2017 , 19:56:00