Potong Bebek Angsa Masak di Koalisi

Oleh Hermansyah

Opini  MINGGU, 24 SEPTEMBER 2017 , 19:53:00 WIB

Potong Bebek Angsa Masak di Koalisi
RMOL. Banyak masyarakat yang terkejut ketika tiba-tiba mendengar kabar Sudin jadi ketua PDIP Lampung. Bukan cuma masyarakat, kader partai itu sendiri seperti tak percaya. Sebagian kader sempat demo meyakinkan Bu Mega bahwa Sudin tak layak.

Tanpa angin pula, Ketua PAN Bachtiar Basri yang sudah lama paling siap berlayar kembali bersama Ketua Demokrat Ridho Ficardo juga tiba-tiba karam. Zainuddin Hasan, adik kandung Ketua PAN Zulkifli Hasan menggantikan wagub Lampung itu lewat musdalub dadakan.

DPP Gerindra yang sejak bulan Maret 2017 merekomendasi petahana Ridho Ficardo untuk mencalonkan kembali jadi gubernur, tiba-tiba pula yang di Lampung mengeluarkan rekomendasi dukungan cagub ke Ketua Golkar Lampung Arinal Djunaidi.

Semakin dekat masa pendaftaran pasangan cagub awal tahun depan, sudah tiga partai yang terkesan main potong bebek angsa. Langkah Ridho Ficardho, Bachtiar Basri, dan Mukhlis Basri seprti langsung "tergorok" dari pusat dan daerah.

Bachtiar Basri yang ingin tetap mendamping Ridho Ficardo karam sebelum berlayar, Mukhlis Basri yang digadang-gadang menjadi ketua PDIP Lampung dan telah mendaftar sebagai cagubpun ngerem mendadak.

Cuma PDIP yang tak perlu berkoalisi. Partai lainnya harus memasaknya di koalisi agar bisa mengusung pasangan calon gubernur dan wakilnya. Herman HN yang digadang-gadang calonnya PDIP sempat bilang silahkan bergabung dengannya tapi tanpa syarat.

Demokratnya Ridho Ficardo, dengan dipotongnya Bachtiar Basri dari PAN, harus berjuang kembali memasak koalisi dengan partai lain. Apalagi Gerindra Lampung sudah "nakal" dengan membuat surat dukungan ke Arinal Djunaidi.

Sekretaris Demokrat Lampung Fajrun Najah Ahmad mulai "sorong ke kanan, sorong ke kiri" cari partai yang bersedia berkoalisi dengannya. PKB yang paling mungkin saat ini. Fajrun menyatakan partainya melirik Bupati Lamtim Chusnunia Chalim, kader PKB.

Golkar yang sudah bisa "berdansa empat kali". Dengan cagubnya Arinal Djunaidi, partai ini berpotensi semakin ceria dengan empat partai tambahan : PAN, Gerindra, PPP, dan Hanura. PAN dengan delapan suara konon menyiapkan pendamping Arinal, Walikota Bengkulu Helmi Hasan adiknya Zulkifli Hasan dan Zainuddin Hasan.

Jika partai-partai tersebut sukses memasak di koalisi, Arinal punya 44 kursi, jauh melampaui syarat KPU yang 17 kursi. Jika pun Hanura "menolong" Mustafa, Arinal masih punya 42 kursi. Arinal menjadi cagub yang paling bisa tidur nyenyak jauh hari sebelum pendaftaran KPU untuk Pilgub 2018.

Mustafa dengan partainya Nasdem dan koalisi dengan PKS baru mengantongi 16 kursi, kurang satu kursi. Dia harus sorong ke kanan dan sorong ke kiri lagi agar bisa memenuhi 17 kursi. Hanura, meski paling sedikit kursinya, 2 kursi, bisa jadi penyelamatnya. Namun, jika tidak, Nasdem dan PKS harus merapat ke calon lain.

Gerindra jika lepas dari Ridho, PKB dengan tujuh kursi satu-satu-satunya yang paling signifikan bisa terus ke Ridho Berbakti Jilid II. Tapi, jika malah ke calon lain, Demokrat pun bisa tegambui, kudu merapat ke cagub lain. Partai Demokrat butuh minimal enam kursi buat mengusung lagi petahana. Demokrat dan PKB bisa 18 kursi.

Masih ada waktu, partai-partai saling potong bebek angsa dan memasak di koalisi. Bisa jadi, meski sudah lebih dari cukup buat memasak di koalisi, Arinal Djunaidi diam-diam mengajak "dansa" pula PKB, Nasdem, dan Hanura di Pilgub 2018. Dengan memborong partai, cagub lain bisa kalah sebelum bertarung.

Semuanya masih sorong ke kanan dan sorong ke kiri. Pilgub Lampung saat ini ibarat lagu Potong Bebek Angsa dari Kupang, Nusa Tenggara Timur : Potong bebek angsa/Masak di kuali/Nona minta dansa/Dansa empat kali/Sorong ke kanan/Sorong ke kiri/Tralalalalalala

Eh, ngomong-ngomong, kenalin dong dengan sang nona yang minta dansa?

Tabikpun

(*)

Pimred Rmollampung.com
Pengurus PWI Lampung
Pengurus SMSI Pusat


Komentar Pembaca
Peran Indonesia Ke Rohingya Masih Minim

Peran Indonesia Ke Rohingya Masih Minim

SELASA, 05 SEPTEMBER 2017 , 13:00:00

KPK Bisa Dibubarkan

KPK Bisa Dibubarkan

SENIN, 10 JULI 2017 , 21:00:00

Rekor! TNI AD 10 Kali Juara di ASAAM

Rekor! TNI AD 10 Kali Juara di ASAAM

SABTU, 08 JULI 2017 , 17:00:00

KAMIS, 31 AGUSTUS 2017 , 19:56:00