Misteri Kapal Krakatau 134 Tahun Dalam Perut Kepayang

Pariwisata  SABTU, 30 SEPTEMBER 2017 , 06:20:00 WIB | OLEH:

Misteri Kapal Krakatau 134 Tahun Dalam Perut Kepayang
RMOL. Situs bukti kedahsyatan tsunami akibat letusan Gunung Krakatau cuma tersisa berupa lampu mercuar Kapal De Broh di Taman Dipangga, depan Mapolda Lampung. Kapalnya itu sendiri terhempas hingga kiloan meter ke daratan sudah tidak berbekas lagi.
Ada setitik harapan situs kapal utuh tertimbun 134 tahun dalam perut Bukit Kepayang, Desa Klawi, Bakauheni, Lampung Selatan. Kapal barang Belanda itu terhempas tsunami dan tertimbun longsor sejak meletusnya Gunung Krakatau, 26 Agustus 1883.


Peneliti independen, Hadi Subroto, setelah melalui berbagai riset, awal tahun 2014, berusaha menggali bukit tersebut untuk memastikan adanya kapal di dalam perutnya. Namun, akibat keterbatasan dana, upaya penggalian yang sempat memakai eskavator terhenti.

Situs kapal akibat letusan Gunung Krakatau itu pun kembali jadi misteri. Hasil penelitian mendukung, tanda-tandanya ada, tapi untuk memastikannya, bahkan kemungkinan evakuasi, Hadi Subroto mengibarkan bendera putih.

Pemprov Lampung tertarik mengungkap misteri kapal. Gubernur Lampung Ridho Ficardo sampai meminta sekdanya, Sutono, memastikan ke lapangan, Kamis (28/9/2017). Awal bulan depan, Oktober 2017, bukit akan dibedah lagi.

Menurut Sutono, jika memang terbukti, Lampung punya situs baru yang dapat menjadi destinasi unggulan. Letusan Gunung Krakatau telah menjadi legenda dunia. "Kita bisa jadikan paket wisata Lampung Krakatau Festival," katanya.

Menurut inisiator Tim Eksplorasi Krakatau, Hadi Subroto, kemungkinan adanya kapal dalam perut bukit berdasarkan pemetaan dampak letusan Krakatau, foto satelit, foto satelit, hingga uji geolistrik di atas posisi koordinat bayangan kapal yang tertimbun tanah.

Pada penelitian tiga tahun lalu, galian membentur plat baja besi yang diduga dinding kapal pada kedalaman 32,5 meter. Seorang pekerja yang dari awal ikut penggalian, Suyitno, menuturkan, dia menemukan tanah bercampur oli saat penggalian.

Gunung Krakatau meletus besar pada hari Senin, pukul 10.20 WIB, 27 Agustus 1883. Gunung Krakatau merupakan gunung di tengah Selat Sunda. Di atasnya, ada tiga puncak berapi, yaitu Rakata, Danan, dan Perbotan.

Ketika meletus, ketiga puncak tercabut hingga menciptakan kawah bawah laut berdiameter 7 km menghamburkan sekitar 18-21 miliar kubik material piroclastik. Volume sebanyak itu cukup untuk menimbun lautan sedalam 50 meter dengan luasan 10 km x 40 km. [pakho]


Komentar Pembaca
Peran Indonesia Ke Rohingya Masih Minim

Peran Indonesia Ke Rohingya Masih Minim

SELASA, 05 SEPTEMBER 2017 , 13:00:00

KPK Bisa Dibubarkan

KPK Bisa Dibubarkan

SENIN, 10 JULI 2017 , 21:00:00

Rekor! TNI AD 10 Kali Juara di ASAAM

Rekor! TNI AD 10 Kali Juara di ASAAM

SABTU, 08 JULI 2017 , 17:00:00

KAMIS, 31 AGUSTUS 2017 , 19:56:00