Ratusan Karyawan PT Hanjung Minta Perlindungan Pemerintah dan Wakil Rakyat

Ekbis  RABU, 11 OKTOBER 2017 , 14:23:00 WIB

Ratusan Karyawan PT Hanjung Minta Perlindungan Pemerintah dan Wakil Rakyat
RMOL. Perusahaan manufaktur dari Korea Selatan PT Hanjung Indonesia terancam bangkrut. Sebanyak 150 pekerja meminta perlindungan kepada pemerintah dan para wakil rakyat atas hak-hak mereka terhadap perusahaan yang berdiri sejak 1997 di Km 11,5, Serengsem, Panjang, Kota Bandarlampung.

Rabu pagi (11/10/20170), para pekerja datang ke Pemprov Lampung, DPRD Lampung, dan Disnaker Lampung. Mereka membentangkan dua spanduk berisi tiga tuntutan : (1) minta segera di-PHK karena haknya sudah tidak diberikan, (2) pesangon sesuai ketentuan, dan (3) bayarkan sisa JHT,Jamsostek, dan BPJS.

Didampingi LBH Cinta Kasih (Cika), para pekerja meminta pemerintah dan para wakil rakyat membantu mereka agar perusahaan segera memenuhi tuntutan akan hak-hak mereka sebagai karyawan. Perusahaan terancam pailit sejak tahun lalu dan telah mengajukan pailit ke Pengadilan Niaga di Jakarta.

Gindha Ansori Wayka Anshori, koordinator Tim LBH Cika, menyatakan prihatin atas nasib 150-an karyawan. Mereka diupah setengah dan diduga ada yang tidak dibayar hingga hari ini. Selain itu, PT Hanjung Indonesia mematuhi UU No. 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan berikut turunan peraturannya.

LBH Cika mengeluarkan sepuluh sikap mewakili para karyawan dalam persoalan ini, yakni :
1.    Kami menyatakan prihatin atas kondisi terancam pailitnya PT. Hanjung Indonesia karena seharusnya dengan kondisi pemerintahan yang bermotto bekerja, bekerja dan bekerja di bawah kepemimpinan Bapak Jokowi selaku presiden idealnya lapangan pekerjaan bertambah, bukan kemudian banyak perusahaan yang harus gulung tikar karena berbagai alasan.
2.    Sejak  tanggal 2 Januari 2017, PT. Hanjung Indonesia telah merumahkan”ratusan karyawan dengan alasan perusahaan tidak berproduksi dan dimohonkan pailit oleh salah satu krediturnya.
3.    PT. Hanjung Indonesia telah memotong upah/gaji  pekerja sebesar 50% setiap bulannya sejak bulan April 2017 dan hingga saat ini.
4.    Selama proses pemailitan, diduga telah terjadi pemindahan aset-aset perusahaan berupa alat-alat berat/mesin  dikeluarkan atas perintah Pihak yang tidak diketahui sedangkan permasalahan PT. Hanjung Indonesia belum memeroleh putusan resmi dari Pengadilan Niaga Jakarta.
5.    Kami mendesak agar Polda Lampung dan Bea Cukai Bandarlampung mengusut dugaan pemindahan aset-aset perusahaan saat belum selesai pemenuhan karyawan oleh PT. Hanjung Indonesia.
6.    Kami menyatakan prihatin atas kondisi terancam Pailitnya PT. Hanjung Indonesia Bandar Lampung karena seharusnya dengan kondisi pemerintahan yang bermotto bekerja, bekerja dan bekerja di bawah Kepemimpinan Bapak Jokowi selaku Presiden idealnya lapangan pekerjaan bertambah, bukan kemudian banyak perusahaan yang harus gulung tikar karena berbagai alasan.
7.    Kami meminta agar segera di PHK oleh PT. Hanjung Indonesia karena hingga saat ini hak-hak kami sebagai pekerja tidak dipenuhi karena hal ini bertentangan dengan UU Ketenagakerjaan beserta turunannya.
8.    Kami mendesak agar PT. Hanjung Indonesia segera memenuhi hak kami, baik upah/gaji maupun  pesangon dan uang ganti kerugian sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
9.    Kami mendesak agar PT. Hanjung Indonesia Bandar Lampung segera membayarkan sisa JHT  BPJSTK dan BPJS Kesehatan selama kami mengabdi di PT. Hanjung Indonesia Bandar Lampung.
10.    Kami memohon kepada Bapak Gubernur, Ketua DPRD Provinsi Lampung dan Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung agar dapat membantu kami dalam mendapatkan hak-hak kami sebagai pekerja berdasarkan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.[rel/pakho]

Komentar Pembaca
Peran Indonesia Ke Rohingya Masih Minim

Peran Indonesia Ke Rohingya Masih Minim

SELASA, 05 SEPTEMBER 2017 , 13:00:00

KPK Bisa Dibubarkan

KPK Bisa Dibubarkan

SENIN, 10 JULI 2017 , 21:00:00

Rekor! TNI AD 10 Kali Juara di ASAAM

Rekor! TNI AD 10 Kali Juara di ASAAM

SABTU, 08 JULI 2017 , 17:00:00

KAMIS, 31 AGUSTUS 2017 , 19:56:00