Luhut Miris Liat Lautan Sampah Pesisir Kota Bandarlampung

Daerah  KAMIS, 19 OKTOBER 2017 , 16:58:00 WIB

Luhut Miris Liat Lautan Sampah Pesisir Kota Bandarlampung
RMOL. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI Luhut Binsar Panjaitan miris melihat lautan sampah pastik dan lainnya di Pesisir Kota Bandarlampung. Pemkot Bandarlampung seharusnya berbenah ketika dijuluki "Kota Terkotor."

Lima tahun lalu, pada Hari Lingkungan Hidup 5 Juni 2012,  Kementerian Lingkungan Hidup menetapkan Kota Bandarlampung sebagai salah satu kota terkotor di Indonesia, kata Luhut Binsar Panjaitan.

Luhut datang ke Lampung dalam rangka jadi keynote speecher Seminar Nasional "Terobosan Mengatasi Kesenjangan Sosial Ekonomi" oleh Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) XIX di Swiss Bellhotel, Bandarlampung, Kamis (19/10/2017).

Berdasarkan pantauan Luhut di Pesisir Telukbetung dan Panjang, tumpukan sampah memenuhi pantai. Sampah tersebut ikut mengotori Pulau Tangkil, Pulau Tegal, Pulau Mahitam, dan lainnya." Kita harus menjaga laut dari sampah," katanya.

Menurut Luhut, sampah terutama plastik, berdampak buruk  bagi kesehatan generasi mendatang. Dia meminta agar Teluk Lampung bebas dari sampah plastik. "Kita menargetkan 2025 bisa mengurangi hingga 70% sampah plastik di laut," katanya.

Dia titip kepada Gubernur Lampung Ridho Ficardo agar sampah ditangani secara benar agar tidak  sampai ke laut. Hingga kini, kata Luhut, Indonesia merupakan negara kedua terbesar di dunia yang terbanyak membuang sampah laut.

Dia mengungkapkan ada 16% sampah plastik dari total volume sampah yang terdapat di laut. "Ini berbahaya karena jika ikan di laut memakan plastik lalu ikan tersebut dimakan manusia, akan timbul banyak penyakit," katanya.

Menurut Luhut, Teluk Lampung tidak akan bebas sampah plastik sepanjang penanganan sampah oleh pemda belum baik. Oleh karena itu, Menko Maritim meminta agar penanganan sampah plastik jadi perhatian serius.

Dalam pengelolaan sampah diperlukan kepastian hukum, kejelasan tanggung jawab dan kewenangan pemerintah, peran masyarakat, dan dunia usaha sehingga pengelolaan sampah dapat  proporsional, efektif, dan efisien," ungkapnya.

"Sampah plastik ini bermuara ke laut," katanya.

Dikatakannya, pemerintah fokus membangun sektor maritim dalam menurunkan angka kemiskinan dan kesenjangan. "Poros maritim bisa mendorong penurunan kemiskinan dan peningkatan pemerataan," ujar Luhut.

Selain itu, sektor pariwisata juga indikator penting sumber pertumbuhan ekonomi baru. Sektor pariwisata juga paling cepat menyerap tenaga kerja. "Pertumbuhan mencapai 25,68 %," katanya.[pakho]





Komentar Pembaca
Adhie Massardi - Unegh Unegh (Bag.1)

Adhie Massardi - Unegh Unegh (Bag.1)

SELASA, 19 JUNI 2018 , 11:00:00

Indonesia Bukan Antek Beijing dan AS!

Indonesia Bukan Antek Beijing dan AS!

SENIN, 18 JUNI 2018 , 09:00:00

Said Aqil: Staquf Ke Israel Bukan Agenda NU!

Said Aqil: Staquf Ke Israel Bukan Agenda NU!

KAMIS, 14 JUNI 2018 , 12:00:00

Sejumlah Tokoh Nasional Hadiri Hari Jadi <i>RMOL Bengkulu</i>
Dua Korea dalam Satu Meja

Dua Korea dalam Satu Meja

JUM'AT, 27 APRIL 2018 , 14:49:00

UBK dan Iran Jalin Kerjasama

UBK dan Iran Jalin Kerjasama

RABU, 25 APRIL 2018 , 15:57:00