Ali Imron, Prihatin dengan Kampung, Pulang Bawa Garasi

Tokoh  JUM'AT, 10 NOVEMBER 2017 , 10:44:00 WIB

Ali Imron, Prihatin dengan Kampung, Pulang Bawa Garasi

Ali Imron

RMOL. Ali Imron lahir dan menghabiskan masa remajanya di Kabupaten Lampung Timur. Masa kecilnya, kata anggota DPRD Provinsi Lampung ini, kendaraan saja sulit. Tapi, masyarakatnya kompak, saling menjaga dan memberi, ujarnya. Setelah dua puluh tahun lebih meniti karir jurnalis dan politik di Kota Bandarlampung, Ali Imron kembali ke kampung asalnya.

Wajah kampungnya berubah sejalan kemajuan bangsa. Kendaraan semakin banyak, jalan semakin bagus, dan lewat keterbukaan informasi, semua terbuka luas. Satu sisi, menurut alumni UIN Raden Intan itu, semua itu sangat bagus. Namun, ada sedikit sisi buruk yang ikut arus kemajuan dan keterbukaan informasi.

Dengan mudah, budaya negatif dari kota ikut mengalir hingga ke pelosok kampung.Masyarakat desa yang tadinya guyup mulai individualistik dan hedonisme. Selain budaya dan prilaku, Obat-obatan terlarang mengalir dan ikut memengaruhi masyarakat pedesaan.

Ali Imron kembali ke desa. Dia ingin masyarakat mampu bertahan dari rongrongan budaya negatif terhadap keguyupan dan kesederhanaan masyarakat pedesaan. Sang legislator membuat Gardu Aspirasi (Garasi).

Jangan beri ruang bagi tumbuhnya sikap individualistik, sikap hanya memikirkan diri sendiri yang mungkin saja tumbuh akibat tuntutan kehidupan lalu lupa dengan silaturahmi, Sikap gotong royong, saling menghargai satu sama lain, hormat kepada yang lebih tua, dan menghargai yang lebih muda," katanya.

Ali Imron yakin nilai-nilai luhur lama tersebut masih ampuh untuk menangkal berbagai tindak kejahatan dan perilaku negatif. Dia berharap Garasi dapat menjadi oase masyarakat untuk kembali pada nilai-nilai adiluhung masyarakat yang telah diwariskan sejak nenek moyang.

Garasi yang diresmikannya bermarkas di depan Lapangan Merdeka Kecataman Selebah,  tak jauh dari pusat perdagangan Pasar Harjosari, Kabupaten Lampung Timur. "Jangan lihat bangunannya yang kuning, tapi mari kita isi dengan aneka warna," ujar politikus senior Partai Golkar Lampung ini.

Gardu Aspirasi  tanpa membedakan aspirasi politiknya. Tidak usah terkotak-kotak karena kita beda pilihan politiknya. Mari diramaikan dengan kegiatan positif,” katanya.

Imron meminta masyakarat untuk menjadikan Gardu Aspirasi sebagai ruang publik”  untuk bersama-sama mempertahankan kebersamaan yang mulai luntur. [pakho]

Komentar Pembaca
Komunitas Tionghoa Kapok Dukung Jokowi

Komunitas Tionghoa Kapok Dukung Jokowi

KAMIS, 24 MEI 2018 , 15:00:00

Harus Ada Reformasi Jilid II

Harus Ada Reformasi Jilid II

SELASA, 22 MEI 2018 , 17:00:00

Teriak Jokowi Haram, Demonstran Dipukul dan Ditangkap
Ridho Terus Galang Kemenangan

Ridho Terus Galang Kemenangan

SENIN, 16 APRIL 2018 , 09:20:00

Tabik Pun.... RMOLLampung Hadir

Tabik Pun.... RMOLLampung Hadir

RABU, 18 APRIL 2018 , 07:59:00

Sejumlah Tokoh Nasional Hadiri Hari Jadi <i>RMOL Bengkulu</i>