Ali Imron Kawal Cetik Lampung yang Diusung KJL ke Ngayogja Jazz

Budaya  SABTU, 18 NOVEMBER 2017 , 15:21:00 WIB | LAPORAN:

Ali Imron Kawal Cetik Lampung yang Diusung KJL ke Ngayogja Jazz

Daniel dan Imron di Ngayogja Jazz

RMOL. H. Ali Imron, S.Ag. mengawal cetik, alat musik bambu tradisi Lampung, yang diusung Komunitas Jazz Lampung (KJL), tampil pada festival musik yang dihadiri puluhan band jazz dalam dan luar negri  Ngayogja Jazz di Desa Padukuhan Kledokan, Selomartani, Sleman, Yogjakarta, Sabtu (18/11/2017).

Anggota DPRD Provinsi Lampung itu respect dan men-support anak-anak muda kreatif Lampung yang secara sukarela menjadi duta selera musik jazz masyarakat Lampung ke arena komunikasi universal antardaerah dan bangsa lewat Ngayogja Jazz. "Cetik perlu diapresiasi dan diperkenalkan pada dunia," katanya.

"Kuncen”  Komunitas Jazz Lampung Daniel H Ghanie mengatakan KJL yang diwakili Restu N Friends menampilkan jazz hasil kawin silang "neo tradisi” dengan "modern jazz”. Penting rasanya untuk membawa warna etnis Lampung pada khalayak jazz Indonesia,” ujarnya.

Cetik atau dalam bahasa Lampung dikenal sebagai gamolan pekhing merupakan alat musik tradisi Lampung yang sebelum 1990 hanya dikenal sebagai alat musik yang dimainkan saat upacara adat atau upacara penyambutan tamu. "Lewat anak-anak muda, cetik hadir pada festival jazz bergengsi,’ kata Ali Imron.

Wakil rakyat dari Dapil Lamtim ini kagum dengan konsep Ngayogja Jazz yang terselenggara setiap tahun sejak 2016. Semua digelar apa adanya ala pedesaan, baik panggung maupun suasananya. "Suasana kampung, selera internasional,” ujar politisi Golkar Lampung itu.

Restu N Friends yang terdiri dari Restu (gitar), Riski (bas), Abeng (drum), dan Raden (serdam) tak hanya mewakili Lampung tapi juga Sumatera. Mereka tampil di Panggung Markas. Semuanya ada lima panggung : Pangung Doostood, Gerilya, Markas, Serbu, dan Panggung Merdeka.

Panitia membuat panggung apa adanya dengan suasana yang apa adanya pula. Panggung Doorstoot dibuat dari daun kelapa kering dengan tiang-tiang bambu. Pohon rambutan dan pohon kluwih yang sedang berbuah lebat di halaman rumah warga jadi naungan para penonton.

Sejumlah sapi ternak warga ikut dipajang bersama kesenian tradisional gejok lesung. Ibu-ibu warga desa, tak mau ketinggalan memanfaatkan event jazz tahunan ini dengan menggelar berbagai lapak dadakan berisi aneka dagangan tepat di sepanjang jalan tempat perhelatan acara.

Ada sebanyak 37 penampil dari berbagai daerah yang terlibat dalam Ngayogjazz kali ini. Tema tahun ini adalah "Wani Ngejazz Luhur Wekasane". Maknanya siapa yang berani ngejazz akan mendapatkan kemuliaan. Baik itu pemain, penonton atau siapa saja yang hadir,” ujar sesepuh Ngayogjazz, Djaduk Ferianto.

Nama-nama pangung berbau perjuangan untuk mengingatkan kembali bahwa Desa Padukuhan Kledokan merupakan salah satu lokasi penting masa perjuangan kemerdekaan Indonesia. Di desa ini, ada Museum Plataran yang menjadi saksi bisu perjuangan masa agresi militer ke-2.

Seperti halnya tahun-tahun sebelumnya, Ngayogjazz digelar secara gratis bagi seluruh pengunjung. Yang membedakan, pada tahun ini, pengunjung diimbau mendonasikan buku sebagai pengganti tiket masuk. Seluruh buku yang terkumpul akan disumbangkan bagi perpustakaan desa.

Tujuan Ngayogjazz masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Kita ingin membumikan musik jazz, agar bisa diterima semua kalangan, hingga ke desa-desa. Walaupun persoalan dana masih menjadi kendala utama,” ujarnya. [pakho]

Ngayogjazz 2017

Musisi :
1. Gugun Blues Shelter
2. Sri Hanuraga Trio Ft. Dira Sugandi
3. Rémi Panossian Trio (Perancis)
4. Jeffrey Tahalele & Friends
5. NonaRia Ft. Bonita
6. Bintang Indrianto-Gambang Suling
7. Bianglala Voices
8. Hariono Project
9. Endah N Rhesa
10. Brightsize Trio
11. Alangalang
12. Jatiraga
13. Everyday
14. Tricotado
15. Rully Shabara
16. Tashoora
17. Rubah di Selatan
18. Sastra Macapat Mantradisi
19. MLD Jazz Project Season 2
20. Justone (MLD Jazz Band Wanted Winner)
21. Komunitas Blues Jogja : JB Blues dan ¾ Kriting
22. Huaton Dixie
23. Drummer Guyub Yogyakarta
24. Yuliono
25. Trio GAM

26. Komunitas Jazz se-Nusantara :
a. Purwokerto : Jes Udu Purwokerto dan Jess         Kidding
b. Pekalongan Jazz Society : Omah Sogan
c. Jazz Ngisor Ringin : DDKids dan F.R.I.O
d. Solo Jazz Society : JJ and Friends
e. Jazztilan Ponorogo : Mrs. Holdingsky
f. Komunitas Jazz Trenggalek : Magnifico dan     Passion Band
g.Komunitas Jazz Jogja : Hihi, GDS, Soda Lounge,     S’wonderland, JAP
h. Komunitas Jazz Magelang : Sinergi
i. Fushion Jazz Surabaya
j. Komunitas Jazz Lampung

Kesenian tradisional :
1. Paguyuban Gejog lesung Tjipto Suoro
2. Paguyuban Bregada Gotri Seloaji

Acara :
1. Panggung Permainan Musik Jazz
2. Pasar Jazz
3. Pameran Foto
4. Pentas Kesenian tradisional

Pranata Acara :
1. Alit Jabang Bayi
2. Anggrian Simbah” Hida
3. Bambang Gundul
4. Diwa Hutomo
5. Fira Sasmita
6. Gundhi Ssos
7. Gepenk KK
8. Hendro Plered
9. Lusy Laksita
10. Santi Zaidan







Komentar Pembaca
Komunitas Tionghoa Kapok Dukung Jokowi

Komunitas Tionghoa Kapok Dukung Jokowi

KAMIS, 24 MEI 2018 , 15:00:00

Harus Ada Reformasi Jilid II

Harus Ada Reformasi Jilid II

SELASA, 22 MEI 2018 , 17:00:00

Teriak Jokowi Haram, Demonstran Dipukul dan Ditangkap
Ridho Terus Galang Kemenangan

Ridho Terus Galang Kemenangan

SENIN, 16 APRIL 2018 , 09:20:00

Tabik Pun.... RMOLLampung Hadir

Tabik Pun.... RMOLLampung Hadir

RABU, 18 APRIL 2018 , 07:59:00

Sejumlah Tokoh Nasional Hadiri Hari Jadi <i>RMOL Bengkulu</i>