Pesisir Timur Lampung yang Seksi Jadi Teras Pemerintahan RI

Oleh Hermansyah

Opini  SABTU, 02 DESEMBER 2017 , 13:01:00 WIB

Pesisir Timur Lampung yang Seksi Jadi Teras Pemerintahan RI
BEGITU mendengar diangkatnya lagi wacana bakal dipindahkannya ibu kota pemerintahan RI oleh Presiden Jokowi, Juni 2017, beberapa akademisi, aktivis, dan tokoh masyarakat Lampung antusias membukakan pintu agar provinsinya masuk kajian. Mereka melihat Lampung paling seksi menjadi lokasi pusat pemerintahan RI.

Provinsi ini relatif dekat dengan Ibu Kota RI, punya lahan gratis” ribuan hektare yang dapat menjadi terasnya pemerintahan Republik Indonesia. Posisinya berhadapan langsung dengan lalu lintas perairan ekonomi internasional antarbenua , berseberangan dengan  Singapura, Taiwan, Jepang dan lainnya.

Mengenai ketersediaan lahan, Kementerian Kehutanan dan PTPN VII memiliki puluhan ribu hektare tanah yang sangat mungkin dikonversi menjadi lahan ibukota, sehingga Pemerintah RI tak perlu keluarkan biaya pembelian tanah hingga dapat meminimalisir konflik dan spekulan tanah.

Garis pantai pesisir timur Lampung ada 270 Km yang aman dari bencana alam. Ketika sesar menggeliat, kawasan pesisir adem ayem. Ketika Siklon Dahlia menimbulkan bencana alam, pesisir ini nyaris tak terdenger musibah berat. Topografinya juga relatif datar tinggal penataan saja. Lintas Timur bagian dari jalur sutra.

Di kawasan timur Lampung, ada pipa gas dan jaringan listrik antarprovinsi. Lahan milik pemerintahan ribuan hektare di kawasan yang penduduknya relatif tak padat. Soal keamanan, di belakangnya, ada Pangkalan Utama TNI AL III dan sedang direncanakan kawasan industri militer di sisi baratnya.

Lampung memiliki sumber daya dan kesiapan berbagai indikator untuk menjadi ibukota negara. Berdasarkan kajian geopolitik, ekonomi, infrastruktur, telekomunikasi dan informasi teknologi, sosial budaya, planologi dan lintas keilmuan.

Lampung sudah menjadi Indonesia mini sejak Era Kolonial. Di provinsi ini, bahasa yang digunakan Bahasa Indonesia. Ada pemukiman berbagai suku dan semuanya  menjunjung tinggi pepatah  di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung. Lampung memang seksi jadi ibukota pemerintahan NKRI.

Sebagian masyarakat, bupati, dan walikota antusias menyambut gagasan pemindahan ibu kota pemerintahan RI. Yayasan Alfian Husin menangkap keinginan akademisi, aktivis, dan tokoh masyarakat Lampung agar daerahnya dipertimbangkan Presiden Jokowi termasuk kandidat ibu kota pemerintahan RI.

Setelah sebulan lebih Jokowi melempar wacana pemindahan ibu kota pemerintahan RI, Ketua Yayasan Alfian Husin Andi Desfiandi  Andi Desfiandi Alfian SE, MA menginisiasi Forum Group Discussion I Daerah Khusus Ibukota (FGD DKI) Lampung di Hotel Emersia, Kota Bandarlampung, Selasa (15/8/2017).

FGD II DKI Lampung dilanjutkan Institute Teknologi Sumatera (Itera)di Jatiagung, Lampung Selatan, Selasa (3/10/2017). Hadir pada FGD lanjutan tersebut Walikota Bandarlampung Herman HN, Bupati Tulangbawang Barat Umar Ahmad, staf kantor kepresidenan RI  Zaidirina Wardoyo , mantan Kapolda Lampung Irjen Ike Edwin, Prof Sugeng P Harianto, dan banyak tokoh lainnya.

Mereka  antusias mendukung dijadikannya Lampung menjadi alternatif pilihan ibu kota pemerintahan RI. Bak gubung es, mereka yang mendukung Lampung menjadi ibu kota pemerintahan RI semakin banyak.  Paska-FGD DKI Lampung terbentuklah Tim Panja DKI Lampung yang dibina Ketua MPR RI Dr. (Can) H. Zulkifli Hasan, S.E., M.M. dan dipimpin Dr. H.Andi Desfiandi Alfian, S.E.,M.A.

Zulkifli Hasan antusias bergabung setelah serombongan akademisi, tokoh masyarakat, dan aktivis menemuinya di DPR RI, Kamis (14/9/2017). Tim Panja DKI Lampug lalu rapat dengar pendapat (RDP) dengan para anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) DPR RI di Senayan, Jakarta, Rabu (11/10/2017).

Panja DKI Lampung berusaha meyakinkan banyak pihak daerahnya palin pas jadi terasnya Indonesia. Sebagai bentuk kesungguhan, Tim Panja lawatan ke berbagai pihak hingga puncaknya menghadiri perayaan pernihakan putri Presiden Jokowi, Kahiyang Ayu dengan Bobby Arif Nasution, di Graha Saba Buwana, Solo, Rabu (8/11/2017).

Selain mengusung hasil kajian dua kali FGD, tim juga membawa kado khas Lampung, yakni selendang tapis, batu mulia bungur Tanjungbintang, peci tapis, sulam tapis, kopi robusta,  lada, cengkih keripik singkong, kaligrafi tapis, dan sulam usus buat kado perkawinan Kahiyang-Bobby.

Selama perjalanan darat Lampung-Solo yang biayanya dari para donatur penjualan kaos Panja DKI Lampung, Tim Panja menyebarkan brosur dan menemui tokoh-tokoh yang ada di Jakarta dan Pulau Jawa. Mereka memohon doa restu dan dukungannya agar Lampung jadi ibu kota pemerintahan RI.

Para pendekar” Panja DKI Lampung itu adalah Koordinator Kesekretariatan dan Manajerial Panja DKI Lampung Dedi Rokhman, S.E; Koordinator Jaringan dan Mobilisasi Ahmad Muslimin; Koordinator Kampanye dan Publikasi Muzzamil; dan koordinator Tim TI dan Cyber Media Davitlama Kurniawan, S.Kom, Cc.NA.

Panja  FGD DKI Lampung terus bergerak dari inisiatif dan kepedulian tanpa donasi darimanapun. Jikapun ada ya itu keikhlasan hati ingin menawarkan, menyampaikan, menyuarakan, penyambung lidah dari para peneliti pendahulunya yang telah melalui proses akademik yang panjang dan tanpa dibiayai juga,” kata Muzzamil.

Mereka telah meyakinkan simpul-simpul kebijakan Pemerintah Pusat agar Lampung masuk kajian bersama provinsi lain yang telah langsung disuarakan tokoh daerahnya, seperti Kalimantan Timur oleh Gubernur Awan Farouk Ishak, Sulawesi Barat oleh Jusuf Kala, Kabupaten Lebak sejak Bupati Mulyadi Jayabaya (2013), Palembang via Kesbang Prov Sumsesl Lahmuddin Harun (10/2/2017), serta Kalimantan Tengah lewat Ketua DPR RI Oesaman Sapta Odang (OSO) .

Pemprov Lampung yang dipimpin Gubernur M. Ridho Ficardo, selama Pemerintahan Jokowi, selalu mendukung pembangunan dan kebijakan nasional di daerahnya, seperti pembangunan jalan tol, tol laut, peningkatan produksi pertanian, dll. Jika Presiden Jokowi memilih Lampung, Ridho Ficardo bisa dipastikan ikut mendukung kebijakan tersebut.

Sedemikian sungguh-sungguhnya sekelompok akademisi, tokoh masyarakat, dan aktivitis ingin ibu kota RI di Provinsi Lampung.  Bulan ini, Tim Panja DKI Lampung menggagas digelarnya acara Malam Keberagaman di Balai Keratun Lampung, Sabtu (18/12/2017/. Selain untuk membulatkan tekad Lampung jadi pusat pemerintahan, acara tersebut juga dalam rangka kebersamaan jelang Pilgub Lampung 2018 dan Pilpres 2019.

Ada lagi yang akan digelar Tim Panja DKI Lampung sebagai ekspresi semangat menawarkan daerah ini jadi ibu kota pemerintahan RI, yakni Lomba Foto, Flog & Karya Tulis bertemakan: "Lampung Relevan Ibukota Pemerintahan RI". Berbagai ikhtiar telah, sedang, dan akan dilakukan Tim Panja DKI Lampung agar daerah ini jadi pilihan pusat pemerintahan RI.

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) masih mengkaji rencana pemindahan ibu kota itu. Pemindahan harus dilakukan ke luar Pulau Jawa mengingat ketersediaan lahannya lebih memadai. Pesisir Timur Lampung seksi jadi teras pemerintahan RI. Tinggal menunggu Pak Jokowi ketuk palu. Tunggu apa lagi? Ikhtiar, mudah-mudahan, amin.

Tabikpun.

*Pimred Rmollampung.com.
*Pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat.
*Pengurus PWI Lampung.



Komentar Pembaca
Peran Indonesia Ke Rohingya Masih Minim

Peran Indonesia Ke Rohingya Masih Minim

SELASA, 05 SEPTEMBER 2017 , 13:00:00

KPK Bisa Dibubarkan

KPK Bisa Dibubarkan

SENIN, 10 JULI 2017 , 21:00:00

Rekor! TNI AD 10 Kali Juara di ASAAM

Rekor! TNI AD 10 Kali Juara di ASAAM

SABTU, 08 JULI 2017 , 17:00:00

KAMIS, 31 AGUSTUS 2017 , 19:56:00