Dua Karyawan PT San-Xiong Stell Terbakar, Perusahaan Terkesan Abaikan Tanggungjawab

Kesehatan  RABU, 06 DESEMBER 2017 , 02:12:00 WIB

Dua Karyawan PT San-Xiong Stell Terbakar, Perusahaan Terkesan Abaikan Tanggungjawab
RMOL. Dua karyawan PT San-xiong Stell Indonesia, di  Jl. Raya Kalianda km 23 Desa Tarahan Kecamatan Katibung, Kabupaten Lampung Selatan, mengalami kecelakaan kerja. Tubuh mereka melepur terbakar hingga 75 persen, namun pihak industri lebuh besi itu terkesan tak bertanggung jawab, dan menghindari Tim Disnaker Lampung.

Ketua Wilayah Federasi Serikat Buruh Karya Utama  Konfederasi Serikat Nasional (FSBKU-KSN) Yohanes Joko Purwanto mengatakan, kecelakaan kerja yang dialami anggotanya Ikhsan Nurdin dan Tubagus, pekerja di PT San-xiong Stell Indonesia pada 1 Desember 2017 dinihari, di PT San-xiong Stell Indonesia.

Kejadian itu kata dia, akibat meluapnya cairan besi panas yang mengakibatkan kecelakaan fisik terhadap kedua pekerja itu, hingga mengalami luka bakar (melepuh). Hal tersebut terjadi karena tidak maksimalnya penerapan K3 (Kesehatan, Keselamatan, dan Keamanan Kerja) oleh perusahaan terhadap pekerjanya,” kata Joko , Selasa 5 Desember 2017 malam.

Menurut Joko, kedua karyawan itu kini sudah dirawat di RS Imanuel andarlampung. Tubagus sudah mulai berobat jalan, namun rekannya Ikhsan Nurdin masih tergolek di bangsal RS Imanuel karena mengalami luka bakar mencapai 75 persen.Joko menyesalkan pihak perusahaan yang tidak melindungi para pekerjanya secara maksimal karena mengenyampingkan K3. K3 harus ada, kemanan harus lengkap. Apalagi untuk jenis pekerjaan beresiko tinggi,” ujar Joko.

Joko menuturkan, PT San-xiong Stell Indonesia perusahaan milik Korea yang bergerak di bidang peleburan besi, di lokasi peleburan kerja itu terdapat sumur peleburan yang bersuhu 1000 derajat serta tidak berpenghalang, alhasil kata Joko para pekerja merasakan panas yang teramat. Jadi seperti neraka. Kalo kepeleset ke sumur langsung melepuh dan fatal,” katanya.

Anehnya lagi kata Joko, pihak perusahaan tidak memberikan pakaian keamanan yang maksimal seperti baju anti api, namun pekerja hanya dibekali jaket levis. Joko mengaku, pasca insiden itu, pihak Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Lampung Bidang Pemeriksaan Bidang Pengawas Ketenagakerjaan Provinsi Lampung terhadap Perusahaan sudah menyambangi perusahaan.

Petinggi PT San-xiong Stell Indonesia justru berusaha kabur pasca mengetahui kedatangan tim Disnakertrans. Namun diterima bagian lain,” ujar Joko.Menurut Joko rencananya besok, pihaknya akan mendampingi pihak Disnakertrans Provinsi Lampung untuk melakukan pemeriksaan kembali pada pihak perusahaan. Joko pun mendesak agar para perusahaan lebih maksimal dalam memberikan K3. Agar kecelakaan kerja jangan terulang lagi, karena itu bahaya,” katanya. [Rel]


Komentar Pembaca
Adhie Massardi - Unegh Unegh (Bag.1)

Adhie Massardi - Unegh Unegh (Bag.1)

SELASA, 19 JUNI 2018 , 11:00:00

Indonesia Bukan Antek Beijing dan AS!

Indonesia Bukan Antek Beijing dan AS!

SENIN, 18 JUNI 2018 , 09:00:00

Said Aqil: Staquf Ke Israel Bukan Agenda NU!

Said Aqil: Staquf Ke Israel Bukan Agenda NU!

KAMIS, 14 JUNI 2018 , 12:00:00

Sejumlah Tokoh Nasional Hadiri Hari Jadi <i>RMOL Bengkulu</i>
Dua Korea dalam Satu Meja

Dua Korea dalam Satu Meja

JUM'AT, 27 APRIL 2018 , 14:49:00

UBK dan Iran Jalin Kerjasama

UBK dan Iran Jalin Kerjasama

RABU, 25 APRIL 2018 , 15:57:00