Pancasila Soekarno Menuju DKI Lampung dan Desapolitan

Oleh Ahmad "Bara" Muslimin*

Opini  MINGGU, 31 DESEMBER 2017 , 11:15:00 WIB

Pancasila Soekarno Menuju DKI Lampung dan Desapolitan
BARANGKALI ada saudara-saudara yang tidak suka akan bilangan lima itu? Saya boleh peras sehingga tinggal tiga saja. Saudara-saudara tanya kepada saya, apakah perasan” yang tiga itu? Demikian Presiden Pertama Ir. Soekarno pada pernyataannya 72 tahun lalu, 1 Juni 1945.

Dilanjutkannya, berpuluh-puluh tahun sudah saya pikirkan dia, ialah dasar ­dasarnya Indonesia Merdeka, weltanschauung kita. Dua dasar yang pertama, kebangsaan dan internasionalisme, kebangsaan dan perikemanusiaan, saya peras menjadi satu: itulah yang dahulu saya namakan socio-nasionalisme.

Demokrasi yang bukan demokrasi barat, tetapi politiek­economische democratie, yaitu politieke demokrasi dengan sociale rechtvaardigheid (keadilan sosial), demokrasi dengan kesejahteraan. Saya peraskan pula menjadi satu: Inilah yang dulu saya namakan socio democratie, ujar Bapak Bangsa itu.

Tinggal lagi ke-Tuhanan yang menghormati satu sama lain.

Jadi yang asalnya lima itu telah menjadi tiga: socio-national­isme, socio-demokratie, dan ke-Tuhanan.Demikian Sang Proklamator memaparkan idiologi negara jelang kelahirannya. Bila ketiganya diperas lagi maka saripati yg keluar adalah gotong royong sebagai inti.


Komentar Pembaca
Ketum PP Muhammadiyah Siap Menangkan Prabowo-Sandi

Ketum PP Muhammadiyah Siap Menangkan Prabowo-Sandi

JUM'AT, 21 SEPTEMBER 2018 , 17:00:00

Kedok #2019GantiPresiden Terbongkar

Kedok #2019GantiPresiden Terbongkar

JUM'AT, 21 SEPTEMBER 2018 , 15:00:00

Grup Tari Saman Tuna Netra Pecahkan Rekor MURI

Grup Tari Saman Tuna Netra Pecahkan Rekor MURI

KAMIS, 20 SEPTEMBER 2018 , 21:00:00

The ads will close in 10 Seconds