Pendekar Musik Rock "Tempo Doeloe" Andalkan Telinga

Budaya  MINGGU, 14 JANUARI 2018 , 11:58:00 WIB

Pendekar Musik Rock

DULU, masa kejayaan musik rock, tahun 1970-1980-an, para pemusik rock bisa dihitung jari. Segelintir musisi rock top masa itu adalah Sam Kemala, Dedi Starela, Hary Kohar, Khairul dan lainnya. Setiap tampil, para pemuda antusias mengerubungi show mereka.

Sam Kemala yang telah berusia kepala enam mengatakan belajar musik secara otodidak. Kami waktu itu belajar musik hanya mengandalkan telinga, otodidak, hanya lewat mendengarkan dan menyimak lagu-lagu rock dunia,” katanya.

Hal itu dibenarkan pemusik rock seangkatannya, yakni Wanda dan Khairul. Mereka belajar musik dan nyanyi secara otodidak. Dulu, tak ada yang mengajar musik, apa lagi musik rock, kami belajar sendiri dengan menyimak dari kaset,” kata Hary Kohar.

Namun, dengan hanya bermodalkan talenta, mereka bisa tampil bermain musik sebagaimana grup-grup rock terkenal masa itu. Belum lagi peralatan yang dipakai, kata Sam Kemala dan Wanda, semuanya serba akustik. Sehingga, semua harus benar-benar dikuasai.

Bahkan, mereka pernah tampil ngerock” dengan pengeras suara toa.

Mereka kagum dengan perkembangan teknologi musik. Banyak tambahan peralatan yang dapat menyempurnakan suara musik dan vokal. Jauh sekali perkembangan peralatan musik dan sound system saat ini,” kata Wanda.

Mereka akan kembali tampil dalam usia yang kini sudah tidak muda lagi di Hotel Sahid, Jl. Yos Sudarso, Kota Bandarlampung, Senin malam (15/1/2018). Para suhu” musik rock Lampung itu bak mimpi bisa kembali tampil dengan peralatan modern.

Seperti mimpi,” kata Wanda.

Konser untuk mengenang kembali masa kejayaan para musisi dan band musik rock di Lampung era tahun ’80-an. memakai sound system dan tata lampu Mika Band,  yang bakal ditata apik.

Hary Kohar, sang penggagas even ini, menyatakan musisi dan band rock daerah ini dapat bernostalgia sekaligus memberikan inspirasi bagi para anak muda terhadap aliran musik rock. Konser ini merupakan bentuk dedikasi kami terhadap musik rock ,” ujarnya.

Para musisi dan band rock yang mencapai era keemasannya pada tahun ’70-80-an menyambut antusias gagasan Hary Kohar menggelar konser ini. Ini konser langka, Kami jadi merasa hidup kembali,” ujar Wanda (64), musisi Band Venus.

Selain Wanda, pemain musik yang tenar pada tahun 70-80-an di Lampung, ada Sam (basisnya Kemala Band), Joni (keyboard Band Disbun), Dedi (dramer Band Starela dan Band Polwil), serta Khairul (gitaris, orangtuanya pemain gitar Hijau Daun).

Selain itu, konser ini juga akan dihadiri bintang band rock yang terkenal dikalangan pecinta musik cadas ini hingga Asia, yakni Laskar Band Jakarta dengan Dewa Gitar Indonesia” Utok Londalo. Laskar Band merupakan grup musik langganan pengiring Ahmad Albar. [Pakho]


Komentar Pembaca
Adhie Massardi - Unegh Unegh (Bag.1)

Adhie Massardi - Unegh Unegh (Bag.1)

SELASA, 19 JUNI 2018 , 11:00:00

Indonesia Bukan Antek Beijing dan AS!

Indonesia Bukan Antek Beijing dan AS!

SENIN, 18 JUNI 2018 , 09:00:00

Said Aqil: Staquf Ke Israel Bukan Agenda NU!

Said Aqil: Staquf Ke Israel Bukan Agenda NU!

KAMIS, 14 JUNI 2018 , 12:00:00

Sejumlah Tokoh Nasional Hadiri Hari Jadi <i>RMOL Bengkulu</i>
Dua Korea dalam Satu Meja

Dua Korea dalam Satu Meja

JUM'AT, 27 APRIL 2018 , 14:49:00

UBK dan Iran Jalin Kerjasama

UBK dan Iran Jalin Kerjasama

RABU, 25 APRIL 2018 , 15:57:00