Transmart Kangkangi Syarat Pembangunan dan Ijin Operasional

Ekbis  KAMIS, 18 JANUARI 2018 , 08:43:00 WIB

Transmart Kangkangi Syarat Pembangunan dan Ijin Operasional
RMOL. Pusat Perbelanjaan dan Wahana Permainan Transmart Kota Bandarlampung mengangkangi syarat pembangunan dan operasional yang telah ditetapkan pemerintah, yakni perijinan ruko dan analisa dampak lalu-lintas (Andalalin).

Persoalan Transmart harus disikapi serius apalagi Polda Lampung dan pemerintah sudah menyatakan secara tegas agar Transmart ditutup, ujar Dedi Yuginta dari PDIP pada saat hearing antara Komisi III dengan pihak Transmart di DPRD Bandarlampung, Rabu(17/1/2018).

Anggota Komisi III dari Fraksi Gerindra Jauhari melihat ada pelanggaran hukum yang dilakukan secara sengaja oleh pihak Transmart. Alasan dia, Transmart bukan perusahaan baru, sudah memiliki cabang d ibeberapa kota besar.

"Saya yakin pihak Transmart mengecilkan masalah ini," kata Jauhari.

Sekretaris Komisi III Ahmad Riza juga mempertanyakan sikap Transmart yang sejak awal sampai hari ini selalu menciptakan persoalan.

Sebelum pembangunan Transmart, katanya, DPRD Bandarlampung sempat didemo elemen masyarakat terkait perijinan Transmart.

"Sebelumnya, pembangunan Transmart baru proses 40 persen, DPRD sudah didemo terkait ijin," katanya.

Kemudian, timbul masalah ketenagakerjaan dan sekarang masalah andalalin. "Ada apa dengan Transmart?" tanya Ahmad Riza.

Komisi III DPRD Bandarlampung langsung menyikapi persoalan keberadaan Transmart yang dianggap menjadi pemicu kemacetan di Jl. Sultan Agung-Ryacudu, Wayhalim, Kota Bandarlampung.

Hearing yang dipimpin Ketua Komisi III Wahyu Lesmono dari Fraksi PAN itu diihadiri oleh beberapa anggota DPRD seperti Sekretraris Komisi III Ahmad Riza (fraksi Grindra), anggota Komisi III Dedi Yuginta (PDI-P), Jauhari (Grindra) Albert Alam (PPP), Taufikur Rahman (PKB), sementara dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) turut hadir parwakilan dari Dinas Tata Kota dan Pemukiman, Dinas Perhubungan, camat, lurah, dan Dirlantas Polda Lampung.

Dalam hearing, terungkap bahwa banyak pelanggaran serta rekomendasi dari pemerintah yang tidak diindahkan pihak management Transmart.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Bandarlampung Iskandar mengatakan telah mengeluarkan dokumen andalalin akan tetapi itu setelah pembanguanan Transmart berjalan.

Semestinya pihak Transmart sudah mengantongi dokumen andalalin  sebelum pembangunan.

"Jika sebelum dibangun, mungkin dapat diubah desain Transmart agar tak mengganggu lalulintas," kata Iskandarsyah.

Kepala Bidang Pengawasan Dinas Tata Kota dan Perumahan Rakyat Dekrison menjelaskan selain persoalan andalalin pelanggaran Transmart juga terjadi pada proses administrasi perijinan.

Dekrison menjelaskan, dalam site plan pembangunan Transmart tidak terdapat pembangunan ruko. Sementara kenyataan di lapangan, selain pusat perbelanjaan dan wahana permainan pihak Transmart juga melakukan pembangunan ruko.

"Kami sudah menanyakan mengapa terdapat pembangunan ruko, sementara dalam site plan tidak ada pembangunan ruko, hanya pusat perbelanjaan saja," tegas Dekrison.

Selain itu, Distako juga menyesali sikap Dinas Perhubungan yang dinilai tidak tegas terhadap pihak Transmart yang secara terang-terangan telah menyalahi aturan.

Anggota Komisi III Dedi Yuginta mengaku sangat senang dengan adanya pembangunan Transmart yang dianggap bisa menjadi icon Kota Bandar Lampung. Akan tetapi dirinya melihat persoalan kemacetan yang terjadi lantaran sejak awal pembangunan telah terjadi pelanggaran.

"Kalau saya lihat persoalan ini memang sudah salah dari awal. Semestinya pihak Transmasrt sebelum melakukan pembangunan sudah menjalankan apa yang diarahkan pemerintah sesuai ketentuan yang berlalu," kata Dedi Yuginta.

Menyikapi hal tersebut, Corporate Communication General Manager PT. Trans Retail Indonesia Satria Hamid mengaku akan segera menindaklanjuti setiap usulan yang diutaran DPRD dan OPD.

Diantaranya dengan langsung merubah pintu utama Transmart Way Halim.

"Semua usulan dan masukan dari DPRD ataupun OPD akan langsung kami tindaklanjuti, besok, Kamis (18/01/2018) langsung merubah pintu utama. Sementara untuk perijinan sedang dalam proses," terang Satria Hamid. [Pakho] 

Komentar Pembaca
Adhie Massardi - Unegh Unegh (Bag.1)

Adhie Massardi - Unegh Unegh (Bag.1)

SELASA, 19 JUNI 2018 , 11:00:00

Indonesia Bukan Antek Beijing dan AS!

Indonesia Bukan Antek Beijing dan AS!

SENIN, 18 JUNI 2018 , 09:00:00

Said Aqil: Staquf Ke Israel Bukan Agenda NU!

Said Aqil: Staquf Ke Israel Bukan Agenda NU!

KAMIS, 14 JUNI 2018 , 12:00:00

Sejumlah Tokoh Nasional Hadiri Hari Jadi <i>RMOL Bengkulu</i>
Dua Korea dalam Satu Meja

Dua Korea dalam Satu Meja

JUM'AT, 27 APRIL 2018 , 14:49:00

UBK dan Iran Jalin Kerjasama

UBK dan Iran Jalin Kerjasama

RABU, 25 APRIL 2018 , 15:57:00