PT Pilar Diduga Caplok Lahan Warga untuk Perumahan

Hukum  KAMIS, 18 JANUARI 2018 , 11:06:00 WIB

PT Pilar Diduga Caplok Lahan Warga untuk Perumahan
RMOL. PT. Pilar Sitta diduga mencaplok lahan warga di Jl. Pulau Singkep, Sukabumi, Bandarlampung. Sejumlah warga yang mengaku pemilik lahan memerotes penggusuran yang dilakukan developer perumahan tersebut.

Para pemilik lahan kaget karena lahan yang selama ini mereka miliki dan rawat puluhan tahun tiba-tiba diboldozer oleh PT. Pilar Sitta untuk pembangunan Perumahan Bukit Mutiara Indah sejak Senin lalu (16/1/2018).

Berani sekali orang yang menggusur tanah milik saya ini tanpa kompromi dan pemberitahuan, kurang ajar,” kata Abdullah dalam Bahasa Lampung saat melihat tanahnya diratakan oleh alat berat.

Abdullah bersama Zaini, Sudirman, dan beberapa warga lainnya mendatangi Lurah Sukabumi Darwani. Sebelum ke Kelurahan, para pemilik lahan yang beli dari Alm Safaruddin, mantan pegawai Departemen Agama, bertemu dengan saksi kepemilikan tanah, Marzuki.

Marzuki yang juga mantan kepala lingkungan itu mengaku kaget mendengar ada yang meratakan lokasi lahan itu.

Menurut dia, lahan awalnya milik Alm Sainuba yang kemudian dijual kepada Mulyorejo, dan terakhir dibeli Safaruddin sekitar tahun '80-an, saya saksi, karena kepala lingkungan.

"Lalu, Safaruddin mengkaplingkannya dan ada tanda tangan saya. Cucu Pak Sainuba masih hidup, dan tau itu tanah kakeknya, ” ujar Marzuki.

Terkait ada yang tiba tiba mengaku jadi pemilik dan punya sertifikat, Marzuki menyarankan coba dicek sertifikatnya. Ngaku punya sertifikat, coba tunjukkkan dulu dari mana, beli sama siapa?" tanyanya.

Lurah Darwani menyarankan para pemilik kaplingan untuk mencari tahu ke BPN Kota Bandarlampung tentang kebenaran sertifikat itu.

Para pemilik lahan berencana melaporkan pengembang yang telah mencaplok tanah dan merusak tanam tumbuh milik mereka. "Kami akan laporkan ke Polresta, ” kata Dirman.

Di lahan tersebut, sebagian warga membangun rumah dan memiliki sertifikat. Sebagian lain, ada sekitar 10 kapling tidak dibangun.

Warga menceritakan tanah tersebut diklaim milik Wijaya, warga Pulau Singkep Sukarame. Sebelum alat berat datang, bulan lalu, datang pria bernama Warta yang mengklaim tanah itu miliknya dan tiba-tiba ada orang yang memasang patok mirip BPN di areal itu.

Alat berat pun masuk dan langsung meratakan lahan. [Jun/Pakho]


Komentar Pembaca
Adhie Massardi - Unegh Unegh (Bag.1)

Adhie Massardi - Unegh Unegh (Bag.1)

SELASA, 19 JUNI 2018 , 11:00:00

Indonesia Bukan Antek Beijing dan AS!

Indonesia Bukan Antek Beijing dan AS!

SENIN, 18 JUNI 2018 , 09:00:00

Said Aqil: Staquf Ke Israel Bukan Agenda NU!

Said Aqil: Staquf Ke Israel Bukan Agenda NU!

KAMIS, 14 JUNI 2018 , 12:00:00

Sejumlah Tokoh Nasional Hadiri Hari Jadi <i>RMOL Bengkulu</i>
Dua Korea dalam Satu Meja

Dua Korea dalam Satu Meja

JUM'AT, 27 APRIL 2018 , 14:49:00

UBK dan Iran Jalin Kerjasama

UBK dan Iran Jalin Kerjasama

RABU, 25 APRIL 2018 , 15:57:00