Kementan Ingin Peternak Sapi Maju Seperti Di Selandia Baru

Ekbis  SENIN, 16 APRIL 2018 , 06:28:00 WIB | LAPORAN: MUHAMMAD IQBAL

RMOL. Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) akan fokus pada peningkatan produksi susu sapi perah dan mendorong anak muda untuk mau menjadi peternak.

Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Ditjen PKH Sugiono mengatakan bahwa cara ini dilakukan karena Kementan ingin peternak sapi perah di Indonesia maju dan sejahtera seperti di Selandia Baru.

Dia menjelaskan, Indonesia saat ini memiliki populasi sapi perah 544,791 ekor dengan produksi 920,1 ribu ton susu segar. Menurutnya, jumlah produksi ini hanya mampu memenuhi 20 persen dari total kebutuhan susu nasional yang mencapai 4,448 juta ton.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, saat ini tingkat konsumsi susu di Indonesia baru mencapai 16,53 liter per kapita per tahun.

"Angka tersebut masih sangat rendah apabila dibandingkan dengan negara-negara tetangga seperti Malaysia, Thailand, Singapura dan Filipina yang sudah mencapai 20 liter per kapita per tahun," kata Sugiono saat melakukan kunjungan kerja ke kelompok ternak sapi perah di Salatiga, Jawa Tengah, Minggu (15/4).

Selain itu, kondisi peternakan sapi perah di Indonesia saat ini 99 persen masih dipelihara di Pulau Jawa terutama di daerah dataran tinggi. Sementara itu masyarakat konsumen susu tersebar di seluruh wilayah Indonesia, baik di dataran rendah maupun dataran tinggi.

"Kita perlu mengenalkan sapi perah yang adaptif terhadap lingkungan dataran rendah dan mengembangkan sapi perah di seluruh bumi nusantara, sehingga akses terhadap susu segar menjadi semakin dekat dan mudah diperoleh masyarakat," tuturnya.

Di Salatiga, Sugiono turut memantau perkembangan lebih lanjut pelaksanaan program Kemitraan Indonesia " New Zealand dalam kerangka kerjasama Indonesia Dairy Excellence Activity (IDEA).

Dia meminta kepada Tim IDEA, agar fokus kegiatan menjadi utuh dan menyentuh semua aspek peternakan sapi perah mulai dari bibit ternak, pakan, reproduksi, pemerahan dan kualitas susu. Sehingga pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan peternak sapi perah.

"Selain penyediaan pakan, reproduksi ternak harus terus ditingkatkan melalui penanganan gangguan dan optimalisasi reproduksi sehingga diperoleh Day Open dan calving interval yang lebih pendek," ungkapnya.

Sugiono berharap, dengan transfer knowledge dari New Zealand tersebut peternak Indonesia akan menjadi lebih maju dan sejahtera. Sugiono juga ingin jumlah peternaknya ditambah tidak hanya 5.000 peternak.

"Saya berharap nantinya jika proyek kerjasama ini selesai, keseluruhan peternak di Indonesia dapat meningkat kesejahteraannya dan kalau bisa dapat sejajar dengan peternak New Zealand," tegasnya.

Ia menginginkan, beternak bukan lagi dianggap sebagai pekerjaan sampingan, tapi menjadi pekerjaan yang menjanjikan dan diminati oleh generasi muda.

Kami mendorong munculnya peternak-peternak muda yang tentunya memiliki kemampuan yang lebih bagus dibanding peternak saat ini,” katanya.

Menurutnya, dengan meningkatnya semangat wirausaha dari peternak, maka akan berdampak terhadap peningkatan pendapatan dan penyerapan tenaga kerja.

"Intinya peternak harus sejahtera, dan masyarakat terpenuhi gizinya dari sumber protein hewani," tukasnya. [don]

Komentar Pembaca
Menteri Enggar Urus Telur Saja Tidak Becus!

Menteri Enggar Urus Telur Saja Tidak Becus!

RABU, 18 JULI 2018 , 13:00:00

Negara Merugi, Jokowi Ikut Menikmati?

Negara Merugi, Jokowi Ikut Menikmati?

SENIN, 16 JULI 2018 , 15:00:00

Solusi RR Soal Dana Parpol Bernas!

Solusi RR Soal Dana Parpol Bernas!

SENIN, 16 JULI 2018 , 13:00:00

Dugaan Politik Uang Di Pilgub Lampung

Dugaan Politik Uang Di Pilgub Lampung

MINGGU, 08 JULI 2018 , 07:35:00

Peringati Al Quds Day

Peringati Al Quds Day

JUM'AT, 08 JUNI 2018 , 19:27:00