Demokrasi Elektoral Malah Menciptakan Gangguan Budaya Sosial

Budaya  SABTU, 12 MEI 2018 , 17:53:00 WIB | LAPORAN: HERMANSYAH

Demokrasi Elektoral Malah Menciptakan Gangguan Budaya Sosial

Peserta FGD Mufakat Budaya Indonesia / Dok

RMOLLampung. Budayawan dari berbagai provinsi menyimpulkan bahwa pemerintahan hasil demokrasi elektoral malah menciptakan gangguan budaya sosial, destruksi keharmonian masyarakat tradisional.

Alih-alih menjadi "trouble shooter", penguasa (pemerintah) malah ikut menjadi "trouble maker", ujar Anshori Djausal mengutip kesimpulan FGD Mufakat Budaya Indonesia di Hotel Atlet Century, Jakarta (10-11/5).

Sebanyak 18 budayawan dari berbagai provinsi hadir pada FGD (Forum Group Diskusi) bertema "Mencermati Kembali Visi Kebangsaan Kita" tersebut. Radhar Panca Dahana yang menjadi penanggungjawab FGD.

Anshori Djausal, budayawan yang dipilih panitia mewakil Provinsi Lampung, kepada Kantor Berita RMOLLampung, mengatakan ada delapan kesimpulan yang intinya pentingnya menengok kembali nilai-nilai budaya lokal.

Budayawan yang hadir adalah Acep Z Noer (Jabar), Al Azhar (Riau), Anshori Djausal (Lampung), K.H. Chudori Sukra (Banten), Hasanudin (Sumbar), Hendri Saparini (Jakarta), Husnizar Hood (Kepri), Jakob Skemardja (Kepri), Saldo Isra (Sumbar).


Komentar Pembaca
Perang Tagar Hanya Mainkan Emosi Rakyat

Perang Tagar Hanya Mainkan Emosi Rakyat

SELASA, 18 SEPTEMBER 2018 , 17:00:00

Demokrat Akui Main Dua Kaki

Demokrat Akui Main Dua Kaki

SELASA, 18 SEPTEMBER 2018 , 11:00:00

720 Pengacara Siap Bela Rizal Ramli

720 Pengacara Siap Bela Rizal Ramli

SENIN, 17 SEPTEMBER 2018 , 19:00:00

The ads will close in 10 Seconds