Pesan Terakhir Ki Enthus Susmono

Seleb  SELASA, 15 MEI 2018 , 10:13:00 WIB | LAPORAN: HERMANSYAH

Pesan Terakhir Ki Enthus Susmono

Ki Enthus saat menyampaikan pesan disanggah orang-orang sekitarnya/Net

RMOLLampung. Ki Enthus Susmono, sebelum meninggal, dengan terbata-bata sempat mendoakan dan berpesan kepada semua yang masih hidup agar rukun dan tak sombong.

Melalui video pada acara sosialisasinya sebagai petahana Pilbup Tegal 2018, Ki Enthus berpesan dalam Bahasa Jawa sambil terengah-engah menahan serangan jantung.

Melalui wartawan senior Lampung yang satu kabupaten dengan Ki Enthus, Imam Untung Selamet alias Jiun, doa dan pesannya diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia sebagai berikut :

"Melalui kekuatan-Mu ya Allah tolong diberikan, diijabah, dikabulkan, berikan keselamatan, keselamatan, keselamatan semua untuk seluruh anak cucu. Semua harus rukun, rukun, rukun ... itulah yang akan membuat bahagia sentosa. Allahhuakbaaarr, Allahuakbar, ya Allah, ya Allah, jangan bersikap adigang adigung adiguna, jangan bersikap angkuh sombong dan paling bisa sendiri. Tidak akan pernah ada yang bisa mengungguli Gusti Allah. Semua itu adalah pemberian Allah. Semua kita akan menghadap dan mempertanggungjawabkan di hadapan Allah. Seeemuuuuaaa haaaruuusss ruuukuuun."

Setelah itu, Ki Enthus terjatuh dan dibawa ke Rumah Sakit Slawi, Senin (14/5), pukul 14.40 WIB. Dalang kondang yang cukup terkenal juga di Lampun itu dimakamkan Selasa (15/4). Dia sempat keliling kampanye cagub Arinal Djunaidi.

Ki Enthus, saat terjadi serangan jantung, berada di acara pengajian akhirusanah, Desa Sumbarang, Kecamatan Jatinegara, Tegal. Di dalam kendaraan, beliau sempat muntah dan akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya di rumah sakit.

Ki Enthus saat ini tengah cuti sebagai bupati Tegal karena memutuskan maju untuk kedua kalinya di Pilkada Kabupaten Tegal 2018, 27 Juni 2018, bersama Umi Azizah, keduanya diusung oleh PKB.

Ketua Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Tengah Joko Purnomo menjelaskan, pasangan calon yang sedang berhalangan tetap dalam hal ini meninggal dunia harus dicarikan penggantinya sesuai UU No.10 Tahun 2016 dan Peraturan KPU No. 3 Tahun 2017.

Karena ini masih 46 hari sebelum pemungutan, maka parpol pengusung berkewajiban untuk melakukan penggantian," ujar Joko. Jika parpol tidak dilakukan pergantian calon yang berhalangan tetap, sebut Joko, maka pasangan calon akan gugur dengan sendirinya.

Pada Pilkada Kabupaten Tegal, Enthus-Umi Azizah bersaing dengan pasangan paslon Haron Bagas Prakosa-Drajat Adi Prayitno, dan Rusbandi-Fatchuddin. [hms]

Komentar Pembaca
Belajar Dari Anjloknya Lira Turki

Belajar Dari Anjloknya Lira Turki

SELASA, 14 AGUSTUS 2018 , 19:00:00

Partai Demokrat Musuh Dalam Selimut

Partai Demokrat Musuh Dalam Selimut

SELASA, 14 AGUSTUS 2018 , 11:00:00

SBY Dihajar Lawan Politik?

SBY Dihajar Lawan Politik?

KAMIS, 02 AGUSTUS 2018 , 11:00:00