Peluncuran Buku Gamolan Pekhing

Buku Berdentingnya Gamolan Pekhing Skala Brak

Oleh Bambang SBY/Hermansyah

Budaya  JUM'AT, 25 MEI 2018 , 02:19:00 WIB

Buku Berdentingnya Gamolan Pekhing Skala Brak
NGEDETANG ani canang/ngedeting gamolan pekhing/sapo ngaliak senang/sapa nengis ya ngekhing/tabikpun, pantun berbahasa Lampung Saibatin dari Ketua DKL Yustin Ficardo.

Pantun yang ada pada sambutan Ny. Yustin Ficardo di Buku "Notasi Pembelajaran Musik Tradisional Gamolan Pekhing Sekala Brak Lampung" itu artinya : Berdentangnya canang dan berdentingnya gamolan pekhing bisa membuat orang senang dan yang mendengarkan suka

Buku karya Syapril Yamin yang dijuluki Rajo Gamolan diluncurkan pada Diskusi Budaya "Ngicik Ko Seni Gamolan Pekhing" di Gedung Dewan Kesenian Lampung (DKL), Kamis (24/5/2018), pukul 14.00 WIB.

Tapi itu dulu, sebelum "Zaman Organ Tunggal", kata Mamak Lil, panggilan Syapril Yamin. Dia mengatakan sempat tertunda dua tahun sekolah smp gara-gara dipanggil sana-sini untuk menghibur masyarakat dengan alat musik bambunya.

Sekarang, dia prihatin, banyak generasi muda yang enggan menekuni alat musik tradisional tersebut seperti yang dilakukannya. Hal itu yang menjadi alasannya mendokumentasikannya dalam buku yang diterbitkan Aura.

Pembicara diskusi yang digelar Komite Tradisi DKL, para praktisi seni dan pengajar seni, antara lain Hary Jayaningrat dan Diknas Provinsi Lampung dan Riyan Hidayatullah dari Universitas Lampung.

"Literasi sangat penting untuk keberlangsungan seni tradisi agar tetap lestari," kata Riyan Hidayatullah pada diskusi yang dihadiri para guru kesenian se-Provinsi Lampung, praktisi seni tradisi, akademisi, pelaku musik tradisi dan pengamat musik tradisi.

Hari W Jayaningrat pada acara yang dibuka oleh Sekum DKL Bagus Pribadi (Avip) berpendapat literasi ini sangat penting bagi keberlangsungan pelestarian budaya. "Lampung kaya budaya, buku ini jadi dokumentasian dan pijakan di masa depan" katanya.

Mamak Lil berharap kegiatan "ngicik ko" ini dapat memotivasi agar sama-sama bersemangat belajar dan mengembangkan seni tradisional.

Penulis dan pembicara diskusi buku notasi yang dibagikan dalam acara tersebut berharap buku "Gamolan Pekhing" dapat menjadi langkah awal pelestarkan seni budaya Lampung dan membudayakan literasi di kalangan praktisi dan pelatih seni.

Buku tersebut disusun berangkat dari keterbatasan literatur mengenai musik tradisi Lampung, khususnya notasi pembelajaran musik tradisional gamolan pekhing dari Sekala Brak, Lampung Barat. [hms]

Komentar Pembaca
Adhie Massardi - Unegh Unegh (Bag.1)

Adhie Massardi - Unegh Unegh (Bag.1)

SELASA, 19 JUNI 2018 , 11:00:00

Indonesia Bukan Antek Beijing dan AS!

Indonesia Bukan Antek Beijing dan AS!

SENIN, 18 JUNI 2018 , 09:00:00

Said Aqil: Staquf Ke Israel Bukan Agenda NU!

Said Aqil: Staquf Ke Israel Bukan Agenda NU!

KAMIS, 14 JUNI 2018 , 12:00:00

Sejumlah Tokoh Nasional Hadiri Hari Jadi <i>RMOL Bengkulu</i>
Dua Korea dalam Satu Meja

Dua Korea dalam Satu Meja

JUM'AT, 27 APRIL 2018 , 14:49:00

UBK dan Iran Jalin Kerjasama

UBK dan Iran Jalin Kerjasama

RABU, 25 APRIL 2018 , 15:57:00