Wanita Miskin Itu Akhirnya Dirawat Pemkab Lambar

Kesehatan  KAMIS, 07 JUNI 2018 , 22:14:00 WIB | LAPORAN: HERMANSYAH

Wanita Miskin Itu Akhirnya Dirawat Pemkab Lambar

Suningsih / Ft Samson

RMOLLampung. Pemkab Lampung Barat akhirnya turun tangan mengobati penyakit lupus Suningsih (50). Ketika Kantor Berita RMOLLampung bertandang ke gubuk sempitnya, keluarga miskin ini hanya bisa pasrah.

Mereka tak tersentuh berbagai program jaminan sosial apapun. Untuk makan dan minum, keluarga Khalik (58), suami Suningsih. Buruh tani ini tak mampu mengobati istrinya.

Atas inisiatif Peratin Batuapi Mulyono dan perintah lisan Sekkab Lambar Akmal Abdul Naser, ibu lima anak ini dibawa ke RSD Alimudin Umar untuk kemudian dirujuk ke RSUD Abdul Moeloek, Kota Bandarlampung, Rabu (6/6).

Kondisi warga Pekon Batupi, Kecamatan Pagar Dewa, Kabupaten Lampung Barat ini memprihatinkan, bukan hanya tak dapat rastra (beras sejahtera), tapi juga tak punya KIS (Kartu Indonesia Sehat), PBI, atau gakin.

Bahkan, dia tidak masuk dalam PKH (Program Keluarga Harapan).

Pendek kata, Khalid dan seisi rumahnya tidak masuk BDT FM (Basis Data Terpadu Fakir Miskin) yang jadi acuan Dinas Sosial setempat untuk menyalurkan bantuan.

Padahal, jelas-jelas Khalid punya kartu keluarga dan seisi rumahnya mengantongi KTP elektronik bukti mereka adalah warga Lambar.

Tidak tepatnya BDT FM Dinas Sosial Lambar berdampak pada terasingnya Khalid sekeluarga dari berlapisnya program jaminan sosial nasional yang digulirkan pemerintah republik Indonesia.

Akibatnya, meski sejak setahun silam menderita gagal ginjal dan kelainan jantung--mengacu diagnosa RSD Alimudin Umar Liwa--Suningsih tidak diobati. Khalid mengaku pasrah sebab tidak punya uang.

Baru kemarin (6/6), atas inisiatif Peratin Batu Api Mulyono dan perintah lisan via ponsel Sekkab Lambar Akmal Abdul Naser, korban dibawa ke RSD Alimudin Umar. Dinas Kesehatan setempat kemudian memfasilitasi agar Khalid dan Suninggsih beserta ke lima anaknya bisa masuk dalam program JKN KIS PBI.

Namun, karena pasien membutuhkan tindakan cuci darah yang rumit, pihak RSD Alimudin Umar merujuknya ke RSUAM Bandarlampung. Kita rujuk ke Bandar Lampung dengan fasilitas gratis,” ujar Widyatmoko, direktur RSD Alimudin Umar.

Peratin Batuapi Mulyono menjelaskan pihaknya juga segera melakukan perbaikan data fakir miskin di pekon tersebut. Ia berjanji mengupayakan agar Khalid sekeluarga masuk dalam BDT FM Dinas Sosial Lambar.

Kabid Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin Akmal Hakim mengakui lemahnya BDT FM yang menjadi acuan pihaknya. Menurut dia, ini bukan kasus pertama orang miskin yang tidak dapat bantuan di Lambar.

Alasannya, BDT FM yang ada sekarang merupakan hasil pendataan tahun 2015 dan baru akan dimutakhirkan pada 2019 mendatang. [hms]

Komentar Pembaca
Belajar Dari Anjloknya Lira Turki

Belajar Dari Anjloknya Lira Turki

SELASA, 14 AGUSTUS 2018 , 19:00:00

Partai Demokrat Musuh Dalam Selimut

Partai Demokrat Musuh Dalam Selimut

SELASA, 14 AGUSTUS 2018 , 11:00:00

SBY Dihajar Lawan Politik?

SBY Dihajar Lawan Politik?

KAMIS, 02 AGUSTUS 2018 , 11:00:00