BEM Unila Mulai Sebarkan Surat Edaran Tolak Politik Uang

Daerah  RABU, 13 JUNI 2018 , 12:20:00 WIB | LAPORAN: HERMANSYAH

BEM Unila Mulai Sebarkan Surat Edaran Tolak Politik Uang
RMOLLampung. Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Lampung (BEM Unila) mulai menyebarkan surat edaran terbuka tolak politik uang kepada kepala desa/kampung/tiyuh/peratin/dll yang ada di Lampung.

BEM Unila bersama mahasiswa Lampung yang tergabung dalam 20.000 Gerakan Mahasiswa Lampung Lawan Politik Uang melakukan Gerakan Surat Edaran Terbuka mulai Selasa (12/6/18).

Pada hari pertama, penyebaran surat tersebut berjalan dengan lancar di beberapa kepala desa/kampung/dll di Lampung, antara lain di beberapa desa Kabupaten Pringsewu, Lampung Tengah, Lampung Barat, Lampung Selatan, Kota Metro, Kota Bandarlampung, dsb.

Dalam surat tersebut, mahasiswa Lampung mengecam tiga hal, yakni :

1. Kepala desa, kepala kampung, kepala pekon, dan kepala peratin yang tidak netral dan melakukan pelanggaran politik uang.

2. Kepala desa, kepala kampung, kepala pekon, dan kepala peratin yang menjadikan perangkat desa/kampung sebagai alat kampanye.

3. Kepala desa, kepala kampung, kepala pekon, dan kepala peratin yang menjadikan dana desa sebagai alat kampanye paslon.

BEM Unila menghimbau mahasiswa Lampung yang tidak setuju dengan money politics dapat ikut menyebarkan suratnya di daerah masin-masing dengan mendownload Surat Edarannya di bit.ly/SURATEDARAN.

BEM Unila menargetkan pengiriman surat kepada 2642 kepala kampung/pekon/desa/perwatin untuk menolak politik uang.

Surat yang dikirim berisi agar perangkat desa tidak melakukan pelanggaran politik uang, transaksional, suap atau gratifikasi. Apalagi menggunakan dana desa untuk kampanye, kata Fauzul.

Presiden BEM Unila Fauzul Azim, mengatakan aksi ini merupakan lanjutan dari aksi tolak politik uang. Sebelumnya, BEM mencanangkan aksi 20 ribu mahasiswa antipolitik uang.


BEM Unila memelopori tiga gerakan untuk mengawal Pilgub Lampung 2018 hingga Pemilu 2019.

Ketiga gerakan tersebut, kata presiden BEM Unila itu adalah (1) Gerakan 20.000 Mahasiswa Antimoney Politik Pilgub Lampung 2018, (2) Segel Bawaslu, dan (4) Gerakan Tiga Mata.

"Gerakan 20.000 Mahasiswa Antimoney Politik" merupakan salah satu gerakan yang diinisiasi oleh mahasiswa se-Provinsi Lampung untuk senantiasa mengawal politik uang sampai tanggal 27 Juni nanti,” ujar Fauzul.

Segel Bawaslu adalah aksi peringatan kepada bawaslu untuk konsisten menjaga nilai-nilai demokrasi dan melawan segala tindakan yang menodai proses penyelenggaraan pilkada seperti money politik.

Sedangkan "Gerakan Tiga Mata" adalah gerakan konkrit mahasiswa menjaga dengan tiga mata : dua mata memperhatikan, satu mata kamera mendokumentasikan,” ujarnya. [hms]

Komentar Pembaca
Adhie Massardi - Unegh Unegh (Bag.1)

Adhie Massardi - Unegh Unegh (Bag.1)

SELASA, 19 JUNI 2018 , 11:00:00

Indonesia Bukan Antek Beijing dan AS!

Indonesia Bukan Antek Beijing dan AS!

SENIN, 18 JUNI 2018 , 09:00:00

Said Aqil: Staquf Ke Israel Bukan Agenda NU!

Said Aqil: Staquf Ke Israel Bukan Agenda NU!

KAMIS, 14 JUNI 2018 , 12:00:00

Sejumlah Tokoh Nasional Hadiri Hari Jadi <i>RMOL Bengkulu</i>
Dua Korea dalam Satu Meja

Dua Korea dalam Satu Meja

JUM'AT, 27 APRIL 2018 , 14:49:00

UBK dan Iran Jalin Kerjasama

UBK dan Iran Jalin Kerjasama

RABU, 25 APRIL 2018 , 15:57:00