"Long March” Pencari Keadilan Untuk Yogi Sudah Sampai Di Jakarta

Hukum  KAMIS, 12 JULI 2018 , 00:11:00 WIB | LAPORAN: HERMANSYAH

RMOLLampung. Setelah ”long march” lima hari, para relawan pencari keadilan atas tewasnya Yogi Andhika dari Tugu Radin Inten, Kota Bandarlampung, sampai di Tugu Monas, Jakarta, Rabu sore (11/7).

Rencana, mereka akan ke Istana Negara, Mabes Polri, dan lainnya. Mereka menuntup pengungkapan otak di balik tewasnya mantan sopir Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara.

Aksi jalan kaki Bandarlampung-Jakarta tertunda sehari setelah Kapolda Lampung Irjen Pol. Suntana berjanji segera menangkap pelaku yang kabur, Moulan Iswansyah alias Bowo.

Sekretaris GMPLU Ali Iqrom mengatakan, meski kondisi fisik lelah, para relawan tetap semangat tetap akan melakukan aksinya sesuai yang telah direncanakan.

Sebelum melanjutkan aksinya, mereka menunggu kehadiran keluarga almarhum, pengurus DPD KNPI Lampung Utara, serta LSM Lentera agar kedatangan ke Jakarta dapat bertemu dengan pihak-pihak yang diharapkan.

Minggu (8/7), direktur LSM Lentera Muharis mengatakan, dua bulan lalu, penyidik telah memberitahukan bahwa telah ditemukan bukti permulaan adanya pengeroyokan terhadap Yogi.

Namun, hingga kini, kasus tewasnya mantan sopir Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara belum jelas. Bahkan, tersangkanya, Moulan Iswansyah alias Bowo, kabur dan dinyatakan DPO.

Pada video yang diperoleh Kantor Berita RMOLLampung, Minggu (8/7), sambil "long morch", salah seorang relawan mengatakan tujuannya jalan kaki ke Jakarta. "Kami sudah jenuh dengan aparat di Lampung," katanya.

Fitria Hartati, ibu kandung Yogi Andika, yakin ada dalang pembunuhan terhadap anaknya. ”Selama ini, saya masih bertanya-tanya, siapa yang tega menganiaya anak saya hingga akhirnya meninggal dunia,” katanya.

Tim Relawan Pencari Keadilan yang dipimpin Sandi Fernanda tak percaya cuma Bowo pelaku penganiayaan Yogi. Hasil investigasi mereka, para tersangkanya P (oknum kepolisian pengawal Bupati Lampura), MI (oknum ajudan Bupati Lampura), A (oknum TNI AD pengawal Bupati Lampura) dan A (oknum Pol-PP protokol Bupati Lampura). [hms]

Komentar Pembaca
Rumah Politisi PKS Dilempar Bom Molotov

Rumah Politisi PKS Dilempar Bom Molotov

KAMIS, 19 JULI 2018 , 13:00:00

Menteri Enggar Urus Telur Saja Tidak Becus!

Menteri Enggar Urus Telur Saja Tidak Becus!

RABU, 18 JULI 2018 , 13:00:00

Negara Merugi, Jokowi Ikut Menikmati?

Negara Merugi, Jokowi Ikut Menikmati?

SENIN, 16 JULI 2018 , 15:00:00

Dugaan Politik Uang Di Pilgub Lampung

Dugaan Politik Uang Di Pilgub Lampung

MINGGU, 08 JULI 2018 , 07:35:00

Peringati Al Quds Day

Peringati Al Quds Day

JUM'AT, 08 JUNI 2018 , 19:27:00