Krakatau Saat Bergairah, ”Beautifully Dangerous” (Tamat)

Oleh Dwi Rino Attabin

Pariwisata  MINGGU, 05 AGUSTUS 2018 , 13:34:00 WIB | LAPORAN: HERMANSYAH

Krakatau Saat Bergairah, ”Beautifully Dangerous” (Tamat)

Pier dari Prancis / Dedi Budi Acad

MALAM sehabis euforia membidik Gunung Anak Krakatau, perut para peserta trip mulai menangih logistik yang sudah dibawa jauh-jauh dari Pulau Sumatera.

Mie instan bersama pendamping setianya sang telur mulai dimasak, dan tanpa menunggu waktu lama segera disantap dan habis tanpa bekas sedikitpun. Tambahan nutrisi dari roti dan buah-buahan yang di bawa bang Ferdi, katanya sih panen di rumah.

Setelah perut penuh terisi, lanjut semua berpencar mencari kayu kering dan sampah-sampah untuk dibakar dan dibuat api unggun.

Selain untuk menghangatkan tubuh di malam yang angin lumayan kencang, nyamuk juga kabur berlarian dan tak berani mendekat ke rombongan kami.

Api unggun, kopi hangat, petikan nada dari guitarlele dan canda tawa disertai suara seperti petir menyambar sembari melihat langsung semburan lava pijar yang seperti kembang api besar dari puncak Gunung Krakatau, semua terasa luar biasa dan menjadi hal yang memuaskan jiwa.


Komentar Pembaca
Pemerintah Mau Amputasi KPK?

Pemerintah Mau Amputasi KPK?

SELASA, 11 DESEMBER 2018 , 21:00:00

4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

RABU, 28 NOVEMBER 2018 , 21:00:00

Jangan Seret Jokowi Dalam Kasus Kemah Pemuda Islam 2017
Mabes Polri Sambangi Redaksi RMOL

Mabes Polri Sambangi Redaksi RMOL

RABU, 17 OKTOBER 2018 , 06:27:00

The ads will close in 10 Seconds