Di Usia Senja, Among-Daud Melawan Musik Koplo Dengan Gambus

Budaya  SABTU, 25 AGUSTUS 2018 , 18:20:00 WIB | LAPORAN: HERMANSYAH

Di Usia Senja, Among-Daud Melawan Musik Koplo Dengan Gambus

Among-Daud/Budhi Marta

RMOLLampung. Dulu, musik gambus jadi pengisi utama panggung hiburan rakyat. Kini, posisinya tergeser organ tunggal dan musik koplo poki poki. Salah seniman gambus yang bertahan adalah Among Muhizar dan Muhammad Daud.

Di sisa-sisa usia senjanya, seniman gambus tahun 80-an, Among Muhizar dan Muhammad Daud, bertahan dengan musih gambus yang penuh pesan-pesan moral dari gempuran musik-musik zaman now.

Among Muhizar dan Muhammad Daud tergabung dalam Grup Musik Gambus Saka Ganta. Mereka berasal dari Desa Hurun, Kecamatan Telukpandan Kabupaten Pesawaran.

Keberadaan musik tradisional Lampung ini semakin langka. Walaupun grup ini pernah menghasilkan beberapa album rekaman.

Ironisnya, panggu untuk mereka nyaris tak ada lagi saat ini. Bahkan, alat musik gambus yang dipakai itu pinjaman, bukan milik sendiri, kata Budhi Marta, fotografer dan penggiat budaya Lampung kepada RMOL Lampung.


Komentar Pembaca
Rachmawati Soekarnoputri Rangkul Golkar Dan PPP
Pertemuan Wartawan Dunia 2019

Pertemuan Wartawan Dunia 2019

SENIN, 01 APRIL 2019 , 17:46:00

The ads will close in 10 Seconds