Ketika ”Sang Bocah” Bawa Keranda Ke Ruang Rektorat

Oleh Herman Batin Mangku

Opini  SABTU, 06 OKTOBER 2018 , 06:52:00 WIB

Ketika ”Sang Bocah” Bawa Keranda Ke Ruang Rektorat
SEORANG bocah pasti akan protes terhadap orangtuanya jika sang orangtua melakukan sesuatu yang pernah disampaikan tak sesuai dengan apa yang dilakukan sang orangtua.

Alamiah sekali, naluriah, seorang anak akan menerima seperti gelas kosong ketika dituangkan air oleh orang yang mereka percaya, panutan, guru, dan pelindungnya.

Hal ini barangkali yang sedang terjadi di Universitas Lampung. Para mahasiswa protes terhadap ”bapaknya”, rektorat, yang dianggap diskriminatif dan politis.

”Anak-anak itu sudah lumayan menampung banyak teori tentang banyak hal, termasuk HAM dan demokratisasi pascareformasi 20 tahun lalu. Mereka belum terkontaminasi kepentingan.

Mereka kini protes kedua hal tersebut kepada bapaknya”. Mereka merasa telah diperlakukan diskriminatif dan tidak demokratis oleh pihak kampus, oleh bapaknya sendiri.


Komentar Pembaca
Mabes Polri Sambangi Redaksi RMOL

Mabes Polri Sambangi Redaksi RMOL

RABU, 17 OKTOBER 2018 , 06:27:00

The ads will close in 10 Seconds