Beri Keterangan Palsu, Jokowi Bisa Dipidana Dan Dimakzulkan

Politik  SENIN, 05 NOVEMBER 2018 , 21:14:00 WIB | LAPORAN: HERMANSYAH

Beri Keterangan Palsu, Jokowi Bisa Dipidana Dan Dimakzulkan

Jokowi

RMOLLampung. Saat hangat kontroversi "tampang Boyolali", Presiden Jokowi menyatakan ayahnya berasal dari daerah tersebut. Namun, dia juga pernah menyatakan ayahnya berasal dari Karanganyar.
Hal itu, menurut Eggi Sudjana, aktivis politik yang juga pengacara senior, diduga termasuk memberikan keterangan palsu yang bisa membuatnya terancam hukuman pidana.

"Jokowi membuat keterangan palsu itu pidana tujuh tahun dan bisa dilakukan impeachment karena melanggar hukum dan melakukan perbuatan tercela," katanya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (5/11).

Menurut Eggi, keterangan palsu tergolong perbuatan tercela yang bisa dikenakan sanksi kepada siapapun. Sementara, soal impeachment atau pemakzulan berlandaskan pada pasal 7A UUD 1945 amandemen.

"Sekarang yang jadi masalahnya, berani tidak DPR mengajukan usul ke Mahkamah Konstitusi kemudian Mahkamah Konstitusi yang memutuskan," katanya.

Dalam mekanisme seperti itu, sejatinya tidak perlu voting karena menyangkut hukum. Meski prosedur di DPR RI yang penuh nuansa politik tentu akan menerapkan mekanisme voting.

Komentar Pembaca
Metafora Negatif Kubu Petahana

Metafora Negatif Kubu Petahana

SENIN, 12 NOVEMBER 2018 , 17:00:00

Jokowi Blusukan Bandingkan Harga Komoditas Pangan

Jokowi Blusukan Bandingkan Harga Komoditas Pangan

SENIN, 12 NOVEMBER 2018 , 14:00:00

#PolitisiOnTheRoad: Priyo, Berkarya, Soeharto dan Prabowo
Mabes Polri Sambangi Redaksi RMOL

Mabes Polri Sambangi Redaksi RMOL

RABU, 17 OKTOBER 2018 , 06:27:00

The ads will close in 10 Seconds