Syahganda Nainggolan :

Revisi UU 21/2011, OJK Terlampau Superior,

Ekbis  KAMIS, 06 DESEMBER 2018 , 06:49:00 WIB | LAPORAN: HERMANSYAH

Revisi UU 21/2011, OJK Terlampau Superior,
RMOLLampung. DPR RI minta revisi UU 21/2011 tentang OJK karena dianggap kewenangannya terlampau superior, kata Direktur Sabang Merauke Circle Syahganda Nainggolan.

Dijelaskannya, kewenangan lembaga yang bertugas mengawasi lembaga keuangan, bank, maupun nonbank itu seperti mengambil setengah dari pekerjaan Bank Indonesia.

Syahganda menggagas pembentukan OJK Watch Indonesia. Selain itu, calon anggota legislatif dari PAN ini berencana melakukan rapat dengar pendapat umum (RDPU) dengan Komisi XI DPR RI untuk merevisi UU OJK.
"Sudah satu periode. Sekarang ini kita lihat OJK itu sudah sampai ke batas superior," katanya di Grand Hyatt Hotel Jakarta, Rabu (5/12).

Syahganda menerangkan bahwa kewenangan OJK yang berlebih ini pernah diadukan peneliti Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Salamuddin Daeng ke Mahkamah Konstitusi. Namun uji materi UU OJK ditolak.

Lantaran UU OJK sudah tidak bisa digugat, Syahganda memilih jalur revisi UU melalui DPR. Dia ingin ada dewan etik OJK, layaknya di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atau seperti kehadiran Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang selalu mengawasi kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Komentar Pembaca
4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

RABU, 28 NOVEMBER 2018 , 21:00:00

Jangan Seret Jokowi Dalam Kasus Kemah Pemuda Islam 2017
Jawaban Jokowi Jadi Olok-Olok

Jawaban Jokowi Jadi Olok-Olok

SELASA, 27 NOVEMBER 2018 , 21:00:00

Mabes Polri Sambangi Redaksi RMOL

Mabes Polri Sambangi Redaksi RMOL

RABU, 17 OKTOBER 2018 , 06:27:00

The ads will close in 10 Seconds