Tidak Fair, Ma'ruf Bemper Jangan Dipaksa Jadi Mesin

Politik  SENIN, 10 DESEMBER 2018 , 05:34:00 WIB | LAPORAN: HERMANSYAH

Tidak Fair, Ma'ruf Bemper Jangan Dipaksa Jadi Mesin
RMOLLampung. Pengamat politik komunikasi politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio berpendapat Ma'ruf Amin tak pas jika didorong-dorong untuk "belusukan" menaikkan elektabilitas.
Ma'ruf Amin mempunyai posisi yang khusus, tidak bisa disamakan dengan Prabowo Subianto, Sandiaga Uno apalagi Jokowi, katanya seperti diberitakan Kantor Berita Politik RMOL.

Setidaknya ada tiga alasan, katanya. Pertama, Ma'ruf ini walaupun kiai besar tapi lebih dikenal sebagai kiai struktur dibandingkan kiai grassroot.
Kedua, gaya Ma'ruf yang ulama tidak bisa disamakan dengan gaya milenialnya Sandiaga, piningitnya Jokowi, atau gaya elitnya Prabowo.

"Gaya ulama, artinya orang yang datang ke dia, bukan dia mendatangi orang," terang Hendri.

Selanjutnya faktor usia yang memungkinkan Ma'ruf agak lambat bergerak dan harus dimaklumi.


Komentar Pembaca
#KataRakyat: DPT Bikin Bete!

#KataRakyat: DPT Bikin Bete!

RABU, 20 MARET 2019 , 21:00:00

Tiga Kartu Jokowi Untuk Proyek

Tiga Kartu Jokowi Untuk Proyek

SELASA, 19 MARET 2019 , 19:00:00

TNI Layani 4.153 Pengungsi Banjir Sentani

TNI Layani 4.153 Pengungsi Banjir Sentani

SELASA, 19 MARET 2019 , 08:00:00

The ads will close in 10 Seconds