Divestasi Freeport Terasa Nuansa Politis Jelang Pemilu 2019

Ekbis  RABU, 26 DESEMBER 2018 , 21:31:00 WIB | LAPORAN: HERMANSYAH

Divestasi Freeport Terasa Nuansa Politis Jelang Pemilu 2019
RMOLLampung. Nuansa kepentingan politik terasa dalam proses divestasi 51,2 persen mayoritas saham PT Freeport Indonesia (PTFI) jelang Pemilu 2019. Padahal, kontraknya habis dua tahun lagi.

Pertama, kata Presidium Persatuan Pergerakan, Andrianto berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (25/12), akuisisi saham perusahaan tambang terbesar di dunia itu dilakukan menjelang Pemilihan Presiden 2019.

"Seharusnya soal Freeport ini jangan jadi konsumsi politik. Terkesan, ada hidden agenda untuk politik Pilpres 2018," ujarnya.

Justru, menurut dia, langkah pemerintah melalui PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) mengakusisi saham Freeport sebagai kekeliruan berat.

Apalagi, masih ada dua tahun sebelum kontrak karya PTFI habis. "Freeport selesai 2021. Seharusnya, baru dibahas dan diputuskan tahun 2019 oleh rezim baru," katanya.


Komentar Pembaca

The ads will close in 10 Seconds