CATATAN AKHIR TAHUN

Media Itu Anjing Penjaga, Bukan Pujangga Istana

Opini  MINGGU, 30 DESEMBER 2018 , 23:28:00 WIB

Media Itu Anjing Penjaga, Bukan Pujangga Istana
MEDIA itu anjing penjaga (watchdog) demokrasi, bukan humas, apalagi pujangga istana. Sayangnya, bila kita amati secara seksama,  media di Indonesia saat ini fungsinya sudah berubah 180 derajat.
   
Media-media arus utama (mainstream) kebanyakan sudah menjadi alat penguasa. Mereka sangat galak dan rajin menggonggong kepada kelompok oposisi dan masyarakat madani. Sebaliknya menjadi alat legitimasi, berbagai kebijakan pemerintah. Dalam beberapa kasus, bahkan menjadi bagian dari operasi mendeligitimasi oposisi.

Banyak fakta seputar ini. Yang paling kontroversial dan banyak dibicarakan adalah aksi sejumlah media arus utama  menenggelamkan pemberitaan seputar Reuni 212. Peristiwa ini  bisa menjadi studi dan pembahasan yang menarik tentang eksistensi media di Indonesia saat ini.

Banyak yang bertanya,  mengapa media harus selalu bersikap kritis terhadap pemerintah. Sebaliknya banyak juga yang  berargumen, apa yang salah media  membela pemerintah?

Secara alami dan sisi idealisme,  tugas media bukan membela pemerintah. Itu adalah tugas humas pemerintah. Secara lugas pendiri harian Kompas P.K. Ojong menyatakan: Tugas pers bukanlah untuk menjilat penguasa tapi untuk mengkritik yang sedang berkuasa.”


Komentar Pembaca
Heboh Pria Berpistol Di Jakarta Pusat

Heboh Pria Berpistol Di Jakarta Pusat

SABTU, 15 JUNI 2019 , 17:00:00

Harta Jokowi Bertambah 13 Miliar Dalam 13 Hari

Harta Jokowi Bertambah 13 Miliar Dalam 13 Hari

JUM'AT, 14 JUNI 2019 , 21:00:00

Pesan Danyon Brimob H-1 Jaga MK

Pesan Danyon Brimob H-1 Jaga MK

KAMIS, 13 JUNI 2019 , 21:00:00

The ads will close in 10 Seconds