Tuntut Hak, Pegawai RSUD Ryacudu Malah Dirolling Dan Terintimidasi

Daerah  KAMIS, 03 JANUARI 2019 , 17:35:00 WIB | LAPORAN: DERRY HAIKAL

Tuntut Hak, Pegawai RSUD Ryacudu Malah Dirolling Dan Terintimidasi
RMOLLampung. Tuntut hak, pihak RSUD Ryacudu malah nonjob-kan 17 kepala ruangan dan me-rolling para pegawai yang ikut aksi akhir tahun lalu. Para pegawai akhirnya kembali long march dari Islamic Centre ke DPRD Lampura, Kamis (3/1), pukul 10.00 WIB.

Para TKS, bidan, dan perawat turun kembali ke jalan lantaran Pemkab Lampura dianggap tak serius ikut membantu menyelesaikan pembayaran honorselama enam bulan dan sejumlah persoalan antara mereka dengan pihak rumah sakit.

Sebelumnya, mereka aksi ke Pemkab Lampura, 20 Desember 2028. Saat itu, Pemkab Lampura berjanji akan menyelesaikan atau memediasi dengan pihak manajemen dan Direktur RSUD Ryacudu.

Malah, kata At, inisial seorang pegawai yang aksi, dr. Syah Indra, plt direktur  RSUD Ryacudu memberhentikan 17 jabatan kepala ruangan (nonjob) terhitung sejak aksi mereka tanggal 20 Desember 2018.

Selain itu, ada intimidasi akan merumahkan atau me-rolling kembali tenaga TKS, honorer serta para pegawai yang ikut aksi damai. Kemudian belum ada titik terang penyesaian masalah hak belum dibayarnya uang jasa pelayanan.


Komentar Pembaca

The ads will close in 10 Seconds