Awak Mobil Tangki Pertamina Long March Tanpa Alas Kaki Ke Istana Negara

Nusantara  KAMIS, 10 JANUARI 2019 , 09:22:00 WIB | LAPORAN: DERRY HAIKAL

Awak Mobil Tangki Pertamina Long March Tanpa Alas Kaki Ke Istana Negara
"Ada 353 di-PHK dengan dalih tidak lulus seleksi dari 1.200 orang," ujarnya.

Dia menuturkan, PT Pertamina Patra Niaga (PPN) -tempat mereka bekerja- juga menggunakan jasa perusahaan pemborong pekerjaan alias vendor baru yaitu PT Garda Utama Nasional. Tujuannya agar AMT yang sudah lama bekerja tak langsung menjadi pegawai tetap, melainkan harus mengikuti seleksi lagi.

"Mayoritas sudah puluhan tahun kerja tapi kayak karyawan baru. Karyawan tetap tapi enggak diakui masa kerja sebelumnya,” tuturnya.

Selain itu, para AMT juga menuntut adanya tambahan upah lembur bagi mereka yang bekerja di atas delapan jam. "Kita juga enggak pernah dapat lembur,” kata Legiran.

Sementara itu, pihak perusahaan outsourcing sudah merasa memenuhi hak-hak AMT. Bagian Operasi PT Sapta Sarana Sejahtera (SSS), mitra outsourching PT PPN, Abdul Choir mengatakan, gaji dan kesejehtaraan AMT yang mendistribusikan bahan bakar minyak (BBM) Pertamina sebenarnya cukup bagus. Paling tidak mereka menerima penghasilan di atas upah minimum provinsi (UMP) DKI Jakarta.


Komentar Pembaca

The ads will close in 10 Seconds