Remisi Pembunuh Wartawan, Cabut Kepres Bukan Prestasi

Politik  MINGGU, 10 FEBRUARI 2019 , 08:10:00 WIB | LAPORAN: DIDIT GUNAWAN

Remisi Pembunuh Wartawan, Cabut Kepres Bukan Prestasi
Tak puas, vonis ini berlanjut ke Mahkamah Agung (MA). Di bulan September 2010, MA menyatakan sependapat dengan pengadilan tingkat banding. Menolak kasasi yang diajukan Susrama.

Lantas, Presiden Joko Widodo, melalui Kepres 29/2018, memberikan remisi atau pengurangan hukuman kepada Susrama dari hukuman penjara seumur hidup menjadi hukuman penjara selama 20 tahun.

Arus kencang penolakan atas remisi dimaksud, datang bergelombang. Bahkan hingga dilaksanakannya perayaan Hari Pers Nasional (HPN) 2019 di Surabaya.

Setelah ditolak berbagai kalangan, barulan Presiden Jokowi membatalkan pemberian remisi itu.

"Pembatalan remisi ini sebenarnya bukan prestasi. Ini adalah koreksi yang dilakukan presiden, entah karena menyadari kekeliruan atau karena faktor elektoral karna dirinya sekarang ini adalah kontestan pilpres," ujar wartawan senior Teguh Santosa usai mengikuti dialog di CNN Indonesia mengenai ancaman kekerasan terhadap wartawan, Sabtu malam (9/2).


Komentar Pembaca
Heboh Pria Berpistol Di Jakarta Pusat

Heboh Pria Berpistol Di Jakarta Pusat

SABTU, 15 JUNI 2019 , 17:00:00

Harta Jokowi Bertambah 13 Miliar Dalam 13 Hari

Harta Jokowi Bertambah 13 Miliar Dalam 13 Hari

JUM'AT, 14 JUNI 2019 , 21:00:00

Pesan Danyon Brimob H-1 Jaga MK

Pesan Danyon Brimob H-1 Jaga MK

KAMIS, 13 JUNI 2019 , 21:00:00

The ads will close in 10 Seconds