Mempertanyakan Netralitas Dewan Pers

Oleh M. Nigara

Opini  MINGGU, 10 FEBRUARI 2019 , 11:46:00 WIB

Mempertanyakan Netralitas Dewan Pers
TURUT BERDUKA CITA. Begitu tulis sahabat saya, Hersubeno Arief atau Hersu, sapaan akrabnya di kalangan pers nasional.

Sekali lagi, sahabat saya yang juga wartawan senior itu mengkritisi perilaku teman-temannya yang juga tentu teman-teman saya, satu dunia, pers nasional.

Suka atau tidak, satu pandangan politik atau tidak, harusnya basis kami sama. Pers sejak lahir dulu bertugas menjadi pengawas bukan pemuja. Pers sejak awal lahir bukan jadi pengawal. Pers bertugas sebagai pengawas.

Semua tentu didasari kebenaran, keadilan, dan senantiasa harus membela kepentingan rakyat. Pers dilarang melukai nurani rakyat. Itu sebagian kecil tugas pers di mana pun berada, termasuk di negeri komunis (meski tidak sebebas di negeri yang non-komunis).

Apa kaitannya dengan ucapan duka cita Hersu? Ya, inilah yang menarik. Sahabat saya yang sejak dulu sangat kritis itu, terkesiap ketika Jokowi diberi 'hadiah' oleh Dewan Pers yakni medali kemerdekaan pers. Lho, kok?


Komentar Pembaca
Prabowo Bukan Lagi Lawan Jokowi

Prabowo Bukan Lagi Lawan Jokowi

SABTU, 23 FEBRUARI 2019

Fakta Dan Pertanyaan Soal Pertemuan

"Surplus" Versus Beras Busuk Di Gudang

KAMIS, 21 FEBRUARI 2019

Urip Prasojo Lan Sakmadyo

Urip Prasojo Lan Sakmadyo

RABU, 20 FEBRUARI 2019

Gema Mendunia

Gema Mendunia

RABU, 20 FEBRUARI 2019

Diserang Di Debat, Prabowo Makin Banjir Simpati
Fakta Dan Pertanyaan Seputar Pertemuan Jokowi-Moffet

Fakta Dan Pertanyaan Seputar Pertemuan Jokowi-Moffet

JUM'AT, 22 FEBRUARI 2019 , 17:00:00

Gugatan Kisman Ke Surya Paloh Tak Mudah Didamaikan

Gugatan Kisman Ke Surya Paloh Tak Mudah Didamaikan

KAMIS, 21 FEBRUARI 2019 , 20:00:00

#KataRakyat: Apa sih Unicorn?

#KataRakyat: Apa sih Unicorn?

RABU, 20 FEBRUARI 2019 , 21:41:00

The ads will close in 10 Seconds