Investasi Versus Konflik Agraria Menganga Di Lampung

Oleh: Ilwadi Perkasa

Opini  MINGGU, 21 JULI 2019 , 15:36:00 WIB |

Investasi Versus Konflik Agraria Menganga Di Lampung
ADA yang menarik yang seharusnya menjadi perhatian penting bagi pemerintahan Jokowi bilamana ingin membuka kran investasi seluas-luasnya, yakni potensi konflik agraria antara masyarakat dengan investor.  

Pernyataan bernama ancaman bagi siapa pun yang dianggap menghambat investasi dapat menimbulkan kesalahpahaman yang secara tidak langsung sudah distempelkan kepada masyarakat sekitar lahan investasi serta aktivis lingkungan hidup yang kerap dicap sebagai pihak yang menghambat.

Mengacu pengalaman di masa lalu, investasi selalu menimbulkan potensi konflik lahan yang sulit diselesaikan. Bahkan, tidak sedikit akhirnya menimbulkan kerusuhan massa.  

Investasi berpotensi menggerus lahan-lahan masyarakat dan mengurangi luasan lahan konservasi. Padahal saat ini, sudah hampir 62 persen luas daratan Indonesia dikuasai investor. Terutama perusahaan di bidang tambang, kehutanan, kelapa sawit, dan migas.

Penguasan lahan oleh investor yang sudah menguasai 62 persen tersebut masih menyisakan berbagai konflik agraria di hampir semua daerah.


Komentar Pembaca
Heboh Pria Berpistol Di Jakarta Pusat

Heboh Pria Berpistol Di Jakarta Pusat

SABTU, 15 JUNI 2019 , 17:00:00

Harta Jokowi Bertambah 13 Miliar Dalam 13 Hari

Harta Jokowi Bertambah 13 Miliar Dalam 13 Hari

JUM'AT, 14 JUNI 2019 , 21:00:00

Pesan Danyon Brimob H-1 Jaga MK

Pesan Danyon Brimob H-1 Jaga MK

KAMIS, 13 JUNI 2019 , 21:00:00

The ads will close in 10 Seconds