Mengapa Tito? Wajah Baru Polisi Indonesia

Nusantara  SELASA, 13 AGUSTUS 2019 , 10:35:00 WIB

Mengapa Tito? Wajah Baru Polisi Indonesia

Tito (kiri)/Net

SEJUMLAH perwira tinggi Polri ramai dinominasikan untuk menjadi kapolri. Sudah selesaikah tugas yang diberikan Presiden Joko Widodo kepada Jenderal Polisi Muhammad Tito Karnavian untuk mengubah paradigma tentang polisi?

Menjelang penyusunan Kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi) periode kedua, muncul sejumlah  spekulasi, menjadi saat yang tepat untuk mengganti Kapolri. Padahal, jabatan Kapolri tak ada kaitannya pada periodesasi menteri di kebinet. Kapolri tidak termasuk dalam jajaran kabinet.
 
Ketika Jokowi memutuskan untuk menjadikan Tito sebagai Kapolri, sangat terlihat bahwa presiden melakukan percepatan regenerasi di tubuh Polri. Pasalnya, kesempatan empat angkatan (1983, 1984,1985, 1986) untuk menduduki jabatan tertinggi di Polri, pupus.
 
Dampak dari kebijakan strategis yang diambil Jokowi, secara internal maupun eksternal, harus diatasi Kapolri. Tito tak dapat lagi menghindar. Disinilah titik kepemimpinannya sebagai Kapolri langsung mendapat ujian.
 
Muhammad Tito Karnavian, pria kelahiran Palembang, 26 Oktober 1964.  Lulusan terbaik Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1987. Peraih penghargaan bergengsi, Bintang Adhi Makayasa itu akan mengarungi bahtera yang beragam, melahirkan wajah baru Polisi Indonesia. Tak ada pilihan lain.


Komentar Pembaca
Heboh Pria Berpistol Di Jakarta Pusat

Heboh Pria Berpistol Di Jakarta Pusat

SABTU, 15 JUNI 2019 , 17:00:00

Harta Jokowi Bertambah 13 Miliar Dalam 13 Hari

Harta Jokowi Bertambah 13 Miliar Dalam 13 Hari

JUM'AT, 14 JUNI 2019 , 21:00:00

Pesan Danyon Brimob H-1 Jaga MK

Pesan Danyon Brimob H-1 Jaga MK

KAMIS, 13 JUNI 2019 , 21:00:00

The ads will close in 10 Seconds