Agung Dharmajaya: RUU KUHP Kerdilkan Kebebasan Pers

Nusantara  SABTU, 21 SEPTEMBER 2019 , 11:43:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Agung Dharmajaya: RUU KUHP Kerdilkan Kebebasan Pers

media, rmolnetwork

RMOLLampung. RUU Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tumpang tindih dan berpotensi menuai pro dan kontra, terutama pasal-pasal yang mengancam kebebasan pers.

Hal ini dikatakan anggota Dewan Pers Agung Dharmajaya di sela-sela diskusi Polemik bertajuk "Mengapa KUHP Ditunda?" di D'consulate, Jakarta Pusat, Sabtu (21/9).

"Saya hanya menegaskan dari apa yang sudah ada. Kalau kita lihat ini terlihat tumpang tindih seperti dengan UU Pers," kata Agung.

Dia menilai, masih ada pasal-pasal yang justru mengkerdilkan kebebasan pers di tanah air. Terutama, terkait pasal apabila melalukan kritik dianggap telah melakukan penghinaan terhadap Presiden.

Dalam RUU KUHP Pasal 218 dijelaskan bahwa setiap orang di muka umum menyerang kehormatan atau harkat dan martabat diri Presiden atau Wapres dipidana dengan pidana paling lama tiga tahun, enam bulan, atau pidana denda paling banyak kategori IV.


Komentar Pembaca
Heboh Pria Berpistol Di Jakarta Pusat

Heboh Pria Berpistol Di Jakarta Pusat

SABTU, 15 JUNI 2019 , 17:00:00

Harta Jokowi Bertambah 13 Miliar Dalam 13 Hari

Harta Jokowi Bertambah 13 Miliar Dalam 13 Hari

JUM'AT, 14 JUNI 2019 , 21:00:00

Pesan Danyon Brimob H-1 Jaga MK

Pesan Danyon Brimob H-1 Jaga MK

KAMIS, 13 JUNI 2019 , 21:00:00

The ads will close in 10 Seconds