Korupsi Extraordinary, Ordinary Atau Orderan?

Oleh: M Rizal Fadillah

Opini  MINGGU, 22 SEPTEMBER 2019 , 20:12:00 WIB |

Korupsi Extraordinary, Ordinary Atau Orderan?

Save KPK/Net

KISRUH KPK disebabkan oleh intervensi dan keinginan elit tertentu untuk merevisi atau mengubah "gender" KPK. Elemen masyarakat baik ormas, perguruan tinggi, maupun mahasiswa mereaksi untuk mencegah perubahan itu.

Sementara DPR sebagai pengaju "bulat" setuju pada revisi. Bola di tangan Pemerintah dan diduga satu paket dengan DPR maka Presiden setuju dengan revisi. Melihat konten revisi banyak pihak menilai ini adalah langkah Pemerintah dan DPR untuk "membunuh" KPK.

Korupsi sendiri diatur sebagai tindak pidana khusus. Lembaga KPK diberi kewenangan untuk menyidik dan menuntut sebab korupsi merupakan kejahatan yang luar biasa (extra ordinary crime).

Pola dan besaran tidak sama dengan delik penggelapan, pencurian ataupun perampokan. Korupsi melekat dengan kolusi dan jabatan jabatan. Uang rakyat atau negara  hilang dan "digasak habis".

Sebagai kejahatan "extraordinary" korupsi sama dengan kejahatan berbahaya lain seperti genosida atau terorisme.


Komentar Pembaca
Heboh Pria Berpistol Di Jakarta Pusat

Heboh Pria Berpistol Di Jakarta Pusat

SABTU, 15 JUNI 2019 , 17:00:00

Harta Jokowi Bertambah 13 Miliar Dalam 13 Hari

Harta Jokowi Bertambah 13 Miliar Dalam 13 Hari

JUM'AT, 14 JUNI 2019 , 21:00:00

Pesan Danyon Brimob H-1 Jaga MK

Pesan Danyon Brimob H-1 Jaga MK

KAMIS, 13 JUNI 2019 , 21:00:00

The ads will close in 10 Seconds